Game Dev

Thizen Studio dan Pilihan Jalur Cozy: Wawancara Eksklusif Gamekarta bersama Justin Tjokro

Luminote Mio Dari Thizen Studio
Luminote Mio dari Thizen Studio

Di tengah industri game yang kerap didominasi oleh genre aksi dan kompetitif, Thizen Studio justru mengambil arah berbeda. Thizen Studio memilih fokus pada game bergenre cozy atau santai, dengan pendekatan yang lebih personal dan berorientasi pada pengalaman pemain.

Dalam wawancara eksklusif bersama Gamekarta, Justin Tjokro selaku Game Designer sekaligus Founder Thizen Studio menjelaskan bagaimana identitas kreatif tersebut dibentuk, proses pengembangan game yang mereka jalani, hingga pandangan tim terhadap industri game dan masa depan studio.

Tim Thizen Studio

Dosen Dimas Ramdhan (kiri), Artist David Drago (tengah), Designer and Founder Justin Tjokro (kanan)

Visi Kreatif dan Pilihan Genre

Justin menjelaskan bahwa sejak awal, Thizen Studio tidak dibangun untuk menjangkau semua kalangan pemain. Secara kreatif, tim memilih pendekatan indie-minded dengan fokus pada komunitas yang loyal.

Secara kreatif, Thizen menggunakan pendekatan indie-minded yang fokus kepada komunitas yang loyal bukan untuk memuaskan semua orang.

Event Tokyo Game Show

Event Tokyo Game Show

Pilihan genre cozy diambil untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih personal dan hangat. Menurutnya, genre ini menawarkan jenis pengalaman yang berbeda dibandingkan game lain yang cenderung cepat dan kompetitif.

Montabi dan Mimpi Mankibo Games: Meramu โ€œEverybodyโ€™s Best Friendโ€ dari Indonesia untuk Dunia

Ide dan genre cozy dipilih untuk memberikan experience yang lebih personal dan hangat, mencari slow joy dan meaningful play di tengah-tengah berbagai genre game lainnya,

Justin juga menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pasar game cozy menunjukkan peningkatan, sehingga menjadi peluang yang relevan bagi Thizen Studio.

Game Cozy Luminote Mio

Game Cozy Luminote Mio

Lahirnya Dunia Luminote Mio

Game Luminote Mio: Aqualoom at Oceanโ€™s End berangkat dari ide yang relatif sederhana. Justin mengungkapkan bahwa konsep awalnya adalah game dekorasi akuarium, sebelum akhirnya berkembang menjadi dunia dengan identitas dan tema tersendiri.

Inspirasi awal kami datang dari keinginan kami untuk membuat game dekorasi aquarium sederhana yang kemudian berevolusi menjadi sebuah game dengan dunianya sendiri.

Luminote Mio

Luminote Mio

Konsep tersebut kemudian diperkaya oleh gabungan ide dari seluruh anggota tim. Salah satu ide yang muncul adalah menghadirkan dunia yang santai dengan latar post-apocalypse.

Menjaga Jiwa Nusantara di Panggung Global: Visi Azizah Assattari dan Perjalanan Lentera Nusantara Membangun IP Lokal Indonesia

Sederhananya, game ini memberikan pesan bahwa dalam situasi yang gelap, semua orang masih bisa menemukan kebahagiaannya masing-masing.

Little Space Mechanic

Little Space Mechanic

Game Cozy dan Kesehatan Mental

Sebagai bagian dari generasi muda, tim Thizen merasa cukup dekat dengan isu kesehatan mental. Justin menilai bahwa genre cozy memiliki peran tertentu dalam membantu pemain menyikapi ritme hidup yang semakin cepat.

Sebagai bagian dari generasi muda, kami terpapar dan memiliki cukup awareness tentang mental health dan issue yang ada seperti semakin rendahnya attention span dimana segalanya berjalan dengan cepat.

Gameplay Luminote Mio

Gameplay Luminote Mio

Menurutnya, game cozy dapat menjadi pengingat untuk lebih menghargai momen sehari-hari.

Game cozy dapat membantu untuk mengingatkan kita untuk lebih appreciate moment dalam hidup sehari-hari. Semua orang punya pacenya sendiri jadi kami ingin mengingatkan untuk fokus pada diri sendiri tidak mengikuti.

Mengurai Filosofi di Balik Ledakan Kecil yang Bermakna: Eksklusif Bersama Derrick Anthony, Project Manager Studio Exploding Soes

Little Space Mechanic

Little Space Mechanic

Proses Pengembangan dan Pencapaian

Keberhasilan Luminote Mio meraih Juara IGI Game of the Year di Indie Game Ignite Compfest UI 2025 menjadi salah satu pencapaian terbesar Thizen Studio sejauh ini. Justin menilai kualitas keseluruhan game menjadi faktor utama.

Menurut kami, game kami secara overall cukup polish dan memenuhi target yang kami inginkan. Dari berbagai aspek mulai dari visual, audio, flow, dan feel yang bisa di-experience oleh player.

Indie Game Ignite Compfest UI 2025

Indie Game Ignite Compfest UI 2025

Dalam proses pengembangannya, Thizen menjalankan development di Lab of Game Incubator Center (LOGIC) di bawah jurusan Game Application Technology BINUS. Seluruh anggota tim masih berstatus mahasiswa aktif, sehingga tantangan utama datang dari pembagian waktu antara perkuliahan dan produksi game.

Mempersiapkan produk yang baik selagi memiliki kesibukan perkuliahan menjadi tantangan utama bagi kami.

Dengan perencanaan pengembangan yang jelas, tim berhasil mencapai target submission berupa versi vertical slice dari Luminote.

Tim Thizen Studio di event PAX AUS 2025

Tim Thizen Studio di event PAX AUS 2025

Feedback yang Mengubah Arah

Justin juga menyoroti salah satu feedback juri yang paling membekas selama proses kompetisi. Masukan tersebut berkaitan dengan fokus desain game.

Salah satu feedback paling membekas yang kami terima adalah komentar tentang bagaimana game kami masih belum memilih fokus yang clear antara naratif dan dekorasi (simulation), sehingga sifatnya masih experimental.

Feedback tersebut kemudian mendorong tim untuk mengambil keputusan penting.

Hal ini menyebabkan kami untuk merubah pandangan dan memutuskan untuk lebih fokus ke aspek naratif dari Luminote.

Naratif Luminote Mio

Naratif Luminote Mio

Eksposur Global dan Representasi Indonesia

Kesempatan mewakili Indonesia di Tokyo Game Show 2025 menjadi pengalaman yang berkesan bagi Thizen Studio, baik secara personal maupun profesional.

Secara personal, tentunya kami sangat bangga karena sebagai gamer kami sering sekali mendengar tentang Tokyo Game Show sebagai salah satu event showcase game paling besar di dunia.

Justin mengaku bahwa menjadi bagian dari acara tersebut adalah sesuatu yang tidak pernah mereka ekspektasikan sebelumnya.

Tim Thizen Studio di Event Tokyo Game Show

Tim Thizen Studio di Event Tokyo Game Show

Dari sisi profesional, partisipasi di Tokyo Game Show memberikan kesempatan untuk mendapatkan feedback dari gamer internasional serta membangun jaringan dengan pelaku industri global.

Kami dapat langsung merasakan pengalaman industri di luar dari proses development saja, seperti menjalin network dengan game developer lain, publisher, dan investor.

Justin juga menyebut bahwa keikutsertaan ini turut membuka peluang eksposur bagi game Indonesia di tingkat global serta menjadi kebanggaan tersendiri sebagai mahasiswa BINUS University.

Mewakili Indonesia dan Binus University di PAX AUS 2025

Mewakili Indonesia dan Binus University di PAX AUS 2025

Pendekatan Global dan Proyek Lain

Sejak awal pengembangan Luminote Mio, Thizen Studio memang menargetkan pasar internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim menggunakan strategi visual yang menggabungkan berbagai gaya.

Kami memiliki strategi kami sendiri, contohnya menggunakan gabungan beberapa visual style untuk memberikan feel yang unik dan inspirasinya kami ambil dari berbagai game yang memang sudah memiliki nama mereka sendiri dan kami sebagai gamer sendiri sukai.

Art Luminote Mio

Art Luminote Mio

Pendekatan yang berbeda diterapkan pada proyek lain mereka, Little Space Mechanic, yang dibawa ke Busan Indie Connect 2025. Berdasarkan pengamatan tim, banyak gamer Korea menyukai game dengan tingkat tantangan tinggi, khususnya puzzle.

Little Space Mechanic merupakan tipe game escape room, dimana player harus menyelesaikan berbagai puzzle yang cukup sulit dengan clue yang tersirat.

Little Space Mechanic

Little Space Mechanic

Dinamika Tim dan Proses Pengambilan Keputusan

Dalam hal kerja tim, Justin mengungkapkan bahwa proses pengembangan di Thizen Studio melibatkan banyak diskusi dan pertukaran pendapat.

Dalam proses development tim kami, semua keputusan dari yang sederhana sampai keputusan sulit dikomunikasikan bersama sebagai tim.

Menurut Justin, proses tersebut dilakukan dengan saling bertukar ide hingga mencapai kesepakatan bersama. Untuk keputusan yang tidak mencapai mufakat atau memiliki lebih dari satu opsi, tim menggunakan voting sebagai penentuan akhir.

Tim Thizen Studio di Event Tokyo Game Show 2025

Tim Thizen Studio di Event Tokyo Game Show 2025 membawa Luminote Mio

Pembagian peran di Thizen Studio mengikuti struktur yang diarahkan oleh BINUS, dengan tiga peran utama: Game Programmer, Game Artist, dan Game Designer. Meski demikian, proses belajar lintas peran tetap terjadi melalui komunikasi dan kerja sama antaranggota.

Menjaga Keseimbangan dan Prinsip Tim

Sebagai mahasiswa yang sekaligus membangun studio, pengaturan waktu menjadi hal krusial. Justin mengakui bahwa pada awalnya tim belum memiliki jadwal yang jelas, sehingga terkadang berdampak pada workflow dan kesehatan.

Untuk kedepannya, kami menggunakan sistem jadwal yang lebih terstruktur dengan target mingguan agar tidak mengorbankan kualitas tim dan kesehatan personal.

Tim Thizen Studio di event Tokyo Game Show 2025

Tim Thizen Studio di event Tokyo Game Show 2025

Dalam mengambil keputusan sulit, Thizen Studio berpegang pada prinsip musyawarah untuk mufakat. Seluruh keputusan dikomunikasikan bersama, dengan voting sebagai opsi akhir jika diperlukan.

Pandangan tentang Sukses dan Pesan untuk Developer Muda

Bagi Thizen Studio, kesuksesan tidak semata diukur dari pencapaian kompetisi atau eksposur global.

Salah satu tolak ukur yang akan kami definisikan sebagai sukses adalah ketika kreasi tersebut dapat diterima dan menyentuh hati para player.

Indie Game Ignite Compfest UI 2025

Indie Game Ignite Compfest UI 2025

Jika harus mengulang dari awal, ia menilai bahwa mempelajari soft skill di luar aspek teknis sejak dini akan menjadi langkah penting. Menutup wawancara, Justin menyampaikan pesan bagi calon game developer Indonesia yang masih ragu untuk memulai.

Untuk mulai masuk ke dunia game development, harus mulai dari berani untuk create dan commit ke passion. Mulai create dari sesuatu yang kecil dengan ide yang kalian punya, repeat, then grow. Jangan pernah takut untuk gagal.

IGDX 2025