Di tengah lanskap industri game global yang didominasi oleh nama-nama besar, sebuah studio indie asal Indonesia, Mankibo Games, perlahan membangun identitasnya sendiri lewat Montabi. Game yang memadukan monster-collecting dengan roguelike deckbuilder ini tidak sekadar hadir sebagai eksperimen mekanik, tetapi sebagai dunia dengan filosofi yang dirancang matang sejak awal.
Dalam kesempatan eksklusif bersama Gamekarta, Boy Dozan selaku CEO Mankibo Games dan Angelina dari tim marketing membuka banyak lapisan di balik proses kreatif, tantangan emosional, hingga visi jangka panjang Montabi, sebuah IP yang mereka sebut sebagai “everybody’s best friend”.

Oliver Kane(Kiri), CEO Mankibo Games Boy Dozan (Tengah), Marketing Angelina (kanan)
Dari Filosofi ke Wujud: Arti Montabi bagi Mankibo Games
Sejak awal, Montabi tidak dimaknai sekadar sebagai kumpulan monster. Boy Dozan menjelaskan bahwa filosofi inti Montabi adalah kedekatan.
Montabi adalah everybody’s best friend. Kami ingin Montabi hadir sebagai sahabat semua orang, di mana selalu ada Montabi yang relate dengan audiens.
Filosofi ini diterjemahkan secara visual dan konseptual melalui desain monster yang sarat elemen urban, dinamis, modern, dan penuh warna. Lampu lalu lintas, fire hydrant, skateboard, hingga benda-benda keseharian lain menjadi inspirasi desain.

Karakter-karakter dalam game Montabi
Setiap Montabi juga memiliki origin atau negara asal, sebuah pendekatan yang sengaja dipilih agar audiens global bisa menemukan keterkaitan personal dengan karakter-karakter tersebut.
Mencari Identitas di Tengah Bayang-Bayang Raksasa
Di fase awal pengembangan, tantangan terbesar bukan hanya teknis, melainkan bagaimana Montabi bisa berdiri sejajar, tanpa tenggelam, di antara IP creature collector besar seperti Pokémon dan Digimon.
Angelina mengakui bahwa proses ini menjadi fase paling menentukan.
Kami perlu memposisikan Montabi agar terasa familiar bagi para penggemar creature collector, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri.

Montabi City
Keputusan untuk mengusung dunia urban yang dinamis akhirnya menjadi pembeda utama, sekaligus fondasi emosional yang membentuk dunia Montabi seperti sekarang.
Sebagai studio Indonesia, Mankibo Games juga membawa perspektif lokal dalam pengembangan Montabi, meskipun tidak selalu ditampilkan secara eksplisit. Boy menjelaskan bahwa konsep biogeografi hewan di dunia nyata menjadi acuan dalam menentukan origin atau negara asal setiap Montabi.
Di sisi lain, detail-detail kecil yang terinspirasi dari keseharian di Indonesia tetap disisipkan secara halus, salah satunya melalui desain equipment propane gas yang mengambil referensi visual dari tabung LPG 3 kg yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Equipment Propane Gas
Meramu Genre: Antara Risiko dan Kesegaran
Montabi berdiri di persimpangan dua genre yang sama-sama memiliki basis penggemar kuat: creature collector dan roguelike deckbuilder. Ide ini lahir dari ketertarikan tim pada fan game seperti PokéRogue dan tantangan Nuzlocke, yang kemudian dipadukan dengan inspirasi dari Slay the Spire dan sistem grid ala MegaMan Battle Network.
Angelina menyadari sejak awal bahwa keputusan ini membawa risiko.
Pemain creature collector biasanya ingin membangun ikatan jangka panjang dengan monsternya, sementara roguelike justru menekankan variasi setiap run.

Deck building dalam Montabi
Namun, justru di irisan inilah Mankibo Games melihat peluang untuk menghadirkan pengalaman yang terasa baru, terutama bagi pemain yang mencintai kedalaman strategi.
Penggabungan genre creature collector dan roguelike deckbuilder sejak awal disadari sebagai pilihan yang berisiko. Mankibo Games memosisikan Montabi dengan fokus utama pada pemain roguelike deckbuilder, sebuah segmen audiens yang terbiasa dengan tingkat kesulitan tinggi, eksperimen build, serta iterasi strategi yang konstan. Dalam konteks ini, elemen monster taming tidak ditempatkan sebagai daya tarik utama layaknya game creature collector pada umumnya, melainkan sebagai unique selling point yang diharapkan dapat memperkaya pengalaman roguelike deckbuilder itu sendiri.

Montabi Gameplay
Di sisi lain, tim juga menyadari bahwa bagi sebagian besar penggemar creature collector tradisional, pendekatan ini berpotensi terasa kurang sesuai. Keinginan untuk membangun ikatan jangka panjang dengan satu tim monster sering kali berseberangan dengan sifat roguelike yang menuntut adaptasi dan variasi pada setiap run. Meski demikian, terdapat segmen audiens creature collector tertentu, khususnya mereka yang menikmati tantangan tinggi, yang dinilai masih dapat menemukan kepuasan dalam desain Montabi.
Pada akhirnya, Mankibo Games menempatkan tujuan utamanya pada terciptanya sebuah game roguelike deckbuilder yang solid secara mekanik dan konsisten secara visi. Dengan fondasi tersebut, Montabi diharapkan tetap dapat dinikmati oleh spektrum audiens yang lebih luas, meskipun dengan ekspektasi dan cara bermain yang berbeda-beda.

Montabi Gameplay
Belajar dari Komunitas dan Rasa Sakit Development
Masuk ke versi pengembangan 0.2, feedback komunitas menjadi cermin penting bagi tim. Boy menyebut satu pelajaran krusial: pentingnya playtest sesering mungkin dan merilis demo secepatnya ketika siap.
Balancing dan UX itu krusial. Kalau tutorial dan onboarding tidak tepat, pemain bisa langsung kewalahan.
Sistem battle menjadi bagian paling “sakit” sekaligus membanggakan. Kompleksitas multi-unit, deck, charm, dan equipment membuka ruang sinergi yang luas, namun juga menuntut proses balancing yang panjang dan melelahkan.

Mankibo team membawa Montabi dalam event Gamers to Gamers Festival 2023
Untuk menjaga semangat dan konsistensi visi, tim menerapkan ritme kerja yang terstruktur. Sprint meeting dua mingguan, internal playtest, serta diskusi aktif bersama komunitas Discord digunakan sebagai bagian dari keseharian pengembangan.
Di tengah rutinitas tersebut, tim juga memiliki tradisi internal sederhana yang berfungsi sebagai pemantik semangat sebelum memulai hari kerja, sebuah kebiasaan kecil yang mencerminkan budaya tim yang cair dan kolektif.
Tonkey dan Jiwa Montabi
Ketika ditanya monster yang paling merepresentasikan jiwa Montabi, Angelina tanpa ragu menyebut Tonkey.
Skater handal yang selalu tersenyum lebar. Playful, urban, dan secara gameplay menunjukkan pentingnya positioning.
Namun, ia juga menegaskan bahwa pada akhirnya, Montabi favorit seharusnya ditentukan oleh pemain sendiri, sejalan dengan filosofi “everybody’s best friend”.

Tonkey dalam Montabi
Dari Panggung Lokal ke Global
Pengalaman membawa Montabi ke berbagai event seperti Level Up KL, IDGX, hingga Comic Con Stuttgart Steam Festival memperluas perspektif tim. Angelina menyoroti bahwa perbedaan paling terasa justru bukan soal negara, melainkan tipe pemain.
Pemain hardcore lebih kritis pada gameplay, sementara pemain kasual lebih mengapresiasi visual. Meski begitu, ada momen-momen yang menguatkan keyakinan tim bahwa Montabi berada di jalur yang tepat, misalnya ketika pemain rela menghabiskan 30 menit hingga satu jam untuk menamatkan demo di tengah keramaian event.

Mankibo team membawa Montabi dalam event Level Up KL 2025
Showcase internasional juga memberi dampak langsung pada keputusan desain, terutama dari observasi UX yang sulit ditangkap lewat feedback tertulis.
Pengakuan, Masa Depan, dan Nilai yang Dijaga
Penghargaan Best Indonesia Game Developer di The Lazy Game Awards 2025 menjadi validasi penting, baik secara personal maupun profesional.
Ini pengingat bagi kami untuk terus percaya pada misi kami menciptakan ruang inklusif bagi siapa pun yang punya passion di dunia game.

Penghargaan Best Indonesia Game Developer di The Lazy Game Awards 2025
Meski Montabi sudah tersedia dalam bentuk demo di Steam, Mankibo Games memilih jalur full release tanpa early access. Demo digunakan sebagai jembatan untuk membangun hubungan awal dengan pemain dan mengumpulkan masukan yang relevan.
Ke depan, Boy memandang Montabi sebagai game yang diharapkan dapat dikenal luas sebagai pengalaman yang solid, menyenangkan, dan terasa segar, tanpa mengorbankan nilai inti yang sejak awal dibangun. Konsistensi terhadap konsep everybody’s best friend serta visi Mankibo Games sebagai studio yang inklusif menjadi prinsip yang ingin terus dijaga, bahkan ketika Montabi berkembang dalam skala yang lebih besar.

Dunia Montabi
Bab Pertama yang Baru Dimulai
Bagi developer indie Indonesia yang baru memulai, Boy menyampaikan nasihat sederhana namun jujur.
Mulai aja dulu. Buat game, rilis, buat game, rilis. Kita akan belajar sesuatu di setiap prosesnya
Ia menutup refleksinya dengan menggambarkan posisi Mankibo Games saat ini sebagai Bab 1, tahap awal dari perjalanan panjang dalam menciptakan karya pertama mereka. Terlepas dari bagaimana hasil akhir Montabi nantinya, fase ini dipandang sebagai fondasi pembelajaran yang akan membuka bab-bab berikutnya di masa depan.

Mankibo team membawa Montabi dalam event IGX 2025
Perjalanan Mankibo Games masih panjang dan baru dimulai, dengan setiap langkah menjadi bagian dari proses bertumbuh sebagai studio dan kreator.
Dari Montabi, terlihat bahwa mimpi besar dapat lahir dari filosofi yang sederhana: menghadirkan karya yang dekat, relevan, dan dapat menjadi sahabat bagi siapa pun, di mana pun.

Mankibo Team

