Industri game Indonesia terus menunjukkan perkembangan dengan munculnya berbagai studio independen yang membawa pendekatan kreatif baru. Salah satu nama yang mulai menarik perhatian adalah Doeplay Interactive, sebuah studio yang lahir dari program pembinaan pengembang game nasional dan kini tengah mengembangkan proyek horor berjudul Jiwa: The Damned Soul.
Dalam sebuah kesempatan wawancara, Ryan sebagai programmer sekaligus project manager Doeplay Interactive, membagikan kisah tentang perjalanan studio tersebut sejak awal terbentuk hingga proses pengembangan proyek perdana mereka. Percakapan tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana sebuah tim kecil mencoba membangun identitasnya di industri game melalui proyek pertama yang penuh eksperimen dan pembelajaran.

Ryan (Kiri) Sebagai Project Manager, dan Dhira (Kanan) Sebagai 2D Artist
Awal Terbentuknya Doeplay Interactive
Doeplay Interactive bermula dari partisipasi tim dalam program IGDX Bootcamp yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 2024. Program tersebut mempertemukan berbagai pengembang game muda dari berbagai latar belakang dan menjadi ruang kolaborasi yang kemudian melahirkan Doeplay Interactive sebagai sebuah studio.
Bagi tim ini, bootcamp tersebut tidak hanya menjadi tempat belajar mengenai pengembangan game, tetapi juga membuka peluang networking dengan mentor serta pelaku industri yang lebih berpengalaman. Melalui program tersebut, tim mendapatkan banyak wawasan baru tentang proses pengembangan game sekaligus membangun relasi yang membantu mereka memahami ekosistem industri secara lebih luas.
Doeplay Interactive sendiri terbentuk pada event yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) yaitu IGDX Bootcamp pada tahun 2024.
Sejak awal berdiri, studio ini memilih untuk berfokus pada genre horor. Namun pendekatan yang ingin mereka bangun tidak sekadar mengandalkan jumpscare sebagai elemen utama. Tim Doeplay Interactive ingin menciptakan pengalaman horor yang lebih atmosferik, di mana ketegangan dibangun secara perlahan melalui suasana dan lingkungan permainan.

JIWA: The Damned Soul
Lahirnya Proyek Perdana Dengan Nama Jiwa: The Damned Soul
Proyek Jiwa: The Damned Soul pada awalnya dikembangkan sebagai bagian dari proyek dalam IGDX Bootcamp. Dari sebuah konsep yang dibuat untuk program tersebut, game ini kemudian berkembang menjadi IP pertama Doeplay Interactive yang mulai diperkenalkan kepada publik.
Ryan menjelaskan bahwa pemilihan genre horor berangkat dari ketertarikan pribadi tim terhadap berbagai game horor yang telah mereka mainkan sebelumnya. Referensi dari berbagai judul tersebut kemudian memengaruhi cara tim membangun pengalaman bermain serta atmosfer yang ingin disampaikan kepada pemain.
Project JIWA: The Damned Soul awalnya adalah project yang kami buat sebagai bentuk keikutsertaan dalam program IGDX Bootcamp yang diadakan oleh Kemenkomdigi. Alasan kami mengangkat genre horor adalah karena kami, atau setidaknya saya, sangat senang bermain game horor seperti Outlast, Layer of Fear, dan lainnya.

Jiwa The Damned Soul
Di balik atmosfer mencekam yang ingin dibangun, Jiwa juga membawa pesan naratif yang berkaitan dengan fenomena dunia digital saat ini. Cerita dalam game ini menyoroti perilaku sebagian content creator yang mengejar popularitas instan melalui viralitas dan kontroversi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
Tema tersebut menjadi fondasi cerita yang diharapkan dapat memberikan refleksi kepada pemain sekaligus memperkuat kedalaman narasi game.

Gameplay JIWA: The Damned Soul
Proses Pengembangan dan Tantangan Awal
Dalam proses pengembangannya, tim Doeplay Interactive melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan bentuk gameplay serta atmosfer yang paling sesuai dengan visi mereka. Eksplorasi ini tidak hanya mengambil inspirasi dari game lain, tetapi juga dari medium film untuk memperkaya worldbuilding dan nuansa cerita.
Pendekatan tersebut dilakukan agar pemain dapat merasakan pengalaman yang lebih imersif ketika menjelajahi dunia dalam Jiwa. Tim juga secara aktif bereksperimen dengan berbagai mekanik permainan untuk memastikan bahwa atmosfer horor yang ingin mereka bangun dapat tersampaikan dengan kuat.
Tim kami banyak melakukan eksperimen mekanik, penyusunan worldbuilding, serta melakukan eksplorasi tidak hanya dari game, namun juga film, guna membangun atmosphere yang kuat agar player bisa mendapatkan pengalaman yang sesuai dengan ekspektasi kami.

Atmosfer Dalam Game
Sebagai proyek pertama, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga ruang lingkup proyek tetap realistis dengan sumber daya yang tersedia. Banyak ide kreatif muncul selama proses pengembangan, namun tidak semuanya dapat dimasukkan ke dalam game. Karena itu, tim harus terus menyesuaikan prioritas agar proyek tetap dapat diselesaikan sesuai target.
Interaksi dengan Publik dan Pameran Game
Seiring perkembangan proyek, Jiwa: The Damned Soul mulai diperkenalkan kepada publik melalui berbagai pameran game. Bagi tim Doeplay Interactive, kesempatan tersebut menjadi momen penting untuk melihat langsung bagaimana pemain merespons game yang mereka kembangkan.
Respons pemain memberikan perspektif baru tentang bagaimana pengalaman bermain dirasakan secara nyata oleh publik. Masukan dari pengunjung pameran juga membantu tim dalam mengidentifikasi aspek mana yang perlu diperbaiki atau disempurnakan.

Doeplay Interactive Membawa Game JIWA: The Damned Soul Pada Event G2G 2025
Ryan mengakui bahwa ekspektasi pemain sering kali menghadirkan perasaan campur aduk bagi tim pengembang.
Kalau saya boleh jujur, sebenarnya saya takut dengan ekspektasi player. JIWA : The Damned Soul sendiri merupakan IP pertama kami dan sudah sangat banyak mengalami perubahan, mulai dari cerita, visual, bahkan penekanan pada scope game.
Meski demikian, berbagai pameran yang mereka ikuti memberikan banyak masukan berharga yang membantu proses penyempurnaan game sebelum dirilis secara lebih luas.

Playtesting Game JIWA: The Damned Soul Pada Event G2G 2025
Pelajaran dari Proyek Pertama
Bagi Doeplay Interactive, pengembangan Jiwa: The Damned Soul menjadi proses pembelajaran yang sangat penting. Proyek ini memberi banyak pengalaman baru mengenai kompleksitas pengembangan game, mulai dari proses desain hingga pengelolaan tim.
Salah satu pelajaran terbesar yang didapat adalah pentingnya menjaga ruang lingkup proyek tetap realistis, terutama bagi studio yang baru mengerjakan proyek pertamanya.
Start small. Tidak ada masalah dengan bercita-cita untuk membuat game yang ambisius. Namun untuk project perdana, alangkah baiknya membuat game dengan scope yang lebih kecil dan waktu pengerjaan yang lebih singkat dahulu. Dengan begitu, kita dapat โgagalโ lalu belajar lebih cepat.
Pendekatan tersebut membantu tim memahami bahwa proses belajar dalam pengembangan game sering kali terjadi melalui percobaan, kesalahan, dan evaluasi yang berulang.

JIWA: The Damned Soul
Menatap Masa Depan Doeplay Interactive
Melalui proyek Jiwa, Doeplay Interactive mulai membangun identitasnya sebagai studio yang berfokus pada pengalaman horor dengan pendekatan atmosferik. Proyek ini juga membuka lebih banyak peluang bagi tim untuk terhubung dengan pelaku industri game, baik di dalam maupun luar negeri.
Ryan menilai bahwa perjalanan pengembangan Jiwa memberikan dampak positif bagi perkembangan studio secara keseluruhan.
JIWA : The Damned Soul sendiri telah cukup membawa nama DoePlay Interactive naik di industri. Hal tersebut tidak jauh terlepas dari program IGDX Bootcamp yang membuat kami dapat melakukan banyak networking dengan mentor-mentor, juga pelaku industri game development di Indonesia maupun di luar negeri.
Ke depan, Doeplay Interactive berencana terus mengembangkan berbagai pendekatan dalam genre horor, baik melalui pengalaman horor yang lebih berat secara atmosfer maupun konsep multiplayer yang memungkinkan pemain menikmati pengalaman menegangkan bersama teman-temannya. Bagi tim ini, Jiwa: The Damned Soul bukan hanya sebuah proyek pertama, tetapi juga fondasi penting yang akan membentuk arah perjalanan studio di masa depan.

JIWA: The Damned Soul

