Di tengah derasnya arus game global yang membanjiri platform digital, Arcadesindo Games memilih jalur yang berbeda. Studio game indie asal Indonesia ini justru menempatkan content creator lokal sebagai pusat semesta kreatifnya. Bagi Arcadesindo, game bukan sekadar produk hiburan, melainkan medium interaktif untuk menghidupkan kembali cerita, persona, dan komunitas yang sudah lebih dulu tumbuh di ranah digital.
Dalam kesempatan eksklusif bersama Gamekarta, Daniel William, Founder Arcadesindo Games, memaparkan secara mendalam filosofi, proses kreatif, hingga tantangan yang membentuk perjalanan studio ini sejak awal berdiri.

Founder Daniel William (Kiri) & Co-Founder Fikri Ramadhan (Kanan)
Kolaborasi sebagai Fondasi Utama
Sejak awal, Arcadesindo tidak pernah memposisikan diri sebagai pemilik cerita. Daniel menegaskan bahwa filosofi utama studio ini adalah kolaborasi.
Kami percaya bahwa kreator lokal adalah pemilik cerita, dan kami adalah pengembangnya. Tujuan kami adalah memberikan ‘nyawa’ baru bagi IP lokal agar bisa berinteraksi lebih dekat dengan fansnya melalui media interaktif
Filosofi tersebut tidak lahir secara instan. Arcadesindo Games memulainya dari eksperimen awal bersama Audun Kvitland, penyanyi dan pencipta lagu Nasi Padang yang sempat viral. Antusiasme warganet terhadap lagu tersebut menjadi pemicu lahirnya ide kolaborasi dalam bentuk game Juragan Nasi Padang. Meski kini sudah tidak tersedia di Play Store, proyek itu menjadi tonggak penting yang mengukuhkan arah Arcadesindo.

Konsistensi Kolaborasi yang Membedakan
Di tengah ekosistem game Indonesia dan Asia Tenggara yang semakin kompetitif, Arcadesindo memilih konsistensi sebagai pembeda. Studio ini tidak berhenti pada satu atau dua kolaborasi, melainkan terus membuka ruang kerja sama dengan kreator baru.
Menurut Daniel, kedekatan emosional dan teknis dengan komunitas kreator menjadi kekuatan utama Arcadesindo. Pemahaman mendalam terhadap karakter kreator dan ekspektasi fans memungkinkan tim merancang pengalaman bermain yang terasa relevan, bukan sekadar tempelan figur populer.

Dimemsi lain Serena yang pernah dimainkan oleh konten creator Miawaug
Lokal dengan Rasa Global
Meski fokus pasar Arcadesindo saat ini masih di Indonesia dan Asia Tenggara, definisi mereka tentang “game lokal yang relevan secara global” cukup jelas. Bagi Daniel, kuncinya ada pada mekanik universal yang dibalut identitas lokal.
Game yang mudah dipahami siapa saja, namun memiliki persona khas Indonesia, diyakini mampu memberikan pengalaman baru bagi pemain internasional tanpa kehilangan akar budayanya.

Bekraf Developer Day 2017
Karakter dan Komunitas sebagai Penentu IP
Dalam memilih kreator untuk dijadikan IP game, Arcadesindo menempatkan karakter dan komunitas sebagai pertimbangan utama. Karakter kreator menjadi fondasi visual, narasi, hingga mekanik permainan. Namun, Daniel juga tidak menutup mata pada realitas bisnis.
Pengembangan game khusus untuk seorang kreator membutuhkan investasi waktu dan sumber daya yang besar. Kekuatan komunitas menjadi jaminan bahwa game ini punya ekosistem yang siap menyambutnya saat rilis.
Komunitas bukan hanya target pasar, tetapi bagian dari siklus hidup game itu sendiri.

Tim Arcadesindo di Indonesia Game Expo 2025
Menjaga Otentisitas Lewat Proses Kreatif
Untuk memastikan identitas kreator tetap otentik di dalam game, Arcadesindo menerapkan immersive research terhadap konten sang kreator. Proses kreatif tidak berhenti di meja developer, kreator dilibatkan langsung dalam brainstorming, pengisian suara, hingga fase beta.
Tujuannya sederhana namun krusial: memastikan “jiwa” kreator benar-benar terasa oleh pemain.

The Lost Cat Quest game collab dengan content creator Sumie Azil
Dari Tontonan Pasif ke Pengalaman Aktif
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Arcadesindo adalah menerjemahkan persona digital menjadi gameplay yang berkelanjutan. Daniel menyebut perubahan dari “tontonan pasif” menjadi “pengalaman aktif” sebagai ujian utama.
Game harus tetap seru dimainkan, bukan sekadar wadah menampilkan sosok kreator. Mekanik yang dipaksakan justru berisiko merusak pengalaman pemain.
Ketika perbedaan visi muncul antara developer dan kreator, Arcadesindo mengandalkan diskusi berbasis data dan edukasi teknis. Titik temu selalu dikembalikan pada satu pertanyaan mendasar: apa yang paling membahagiakan pemain dan fans.

Game Warga Vs Hantu dimainkan oleh konten kreator Windah Basudara
Persona sebagai Kunci Kesuksesan
Kesuksesan judul-judul seperti Warga VS Hantu, Dimensi Lain Serena, Tutu vs Asep Villain, dan Bangpin memberikan pelajaran penting bagi Arcadesindo. Daniel menilai kekuatan persona karakter menjadi faktor utama.
Fans sudah memiliki kedekatan emosional sejak awal. Tugas developer adalah memahami profil audiens tersebut dan merancang mekanik yang “pas”, bukan harus kompleks, tetapi menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan komunitasnya.

Tutu Vs Asep Villain hasil collab dengan Venalta
Next Project : Rail of Sorrows, Game Survival Management Buatan Arcadesindo dengan Cerita Serius di Dunia Pasca-Kiamat
Di luar lini game kolaborasi, Arcadesindo juga menunjukkan sisi eksploratifnya melalui Rail of Sorrows, sebuah game simulasi survival management yang menandai pendekatan berbeda dari studio ini. Terinspirasi dari nuansa cerita film Snowpiercer, game ini mengajak pemain membangun dan mempertahankan sebuah keluarga kecil di dalam kereta api yang terus bergerak di tengah dunia yang telah hancur.
Melalui Rail of Sorrows, Arcadesindo mengeksplorasi bagaimana game dapat menjadi medium naratif yang menekan, reflektif, dan menggugah empati pemain, sekaligus memperlihatkan kedewasaan tim dalam merancang pengalaman bermain yang berlapis.
Mari wishlist game Rail of Sorrows sekarang melalui https://store.steampowered.com/app/4007060.

Game Rail of Sorrows yang akan rilis
Validasi dari Peringkat #1 Play Store
Ketika salah satu game Arcadesindo berhasil menempati peringkat #1 kategori Arcade di Play Store dan bertahan cukup lama, perasaan yang muncul bukan hanya kebanggaan.
Kami bangga, bersyukur, sekaligus terharu. Terlebih karena kami bergerak secara organik tanpa anggaran marketing. Ini validasi besar, tapi juga tanggung jawab baru untuk menjaga kualitas,
Kesuksesan tersebut memperkuat rasa memiliki di kalangan pemain, terutama karena game menjadi representasi langsung dari idola mereka.

Penghargaan Top Developer oleh intel pada tahun 2015
Standar yang Terus Meningkat
Keberhasilan itu turut mengubah cara pandang internal Arcadesindo. Ekspektasi pemain yang meningkat mendorong studio ini menjadi lebih selektif, detail, dan serius dalam aspek optimasi teknis serta user experience.
Di sisi lain, Daniel melihat potensi content creator sebagai sumber IP baru di industri game Indonesia sangat besar. Persona digital diyakini akan menjadi salah satu pilar IP masa depan, sejajar dengan buku atau film.
Game hasil kerja sama dengan Beaconcream (Konten Kreator Game) namun sayangnya game tidak dapat diupdate karena kendala teknis.
Tantangan dan Ekosistem Lokal
Bersaing dengan game global di platform seperti Play Store bukan perkara mudah. Algoritma dan anggaran pemasaran menjadi tantangan utama bagi developer lokal.
Meski begitu, Daniel menilai ekosistem game Indonesia sudah berkembang positif. Dukungan pemerintah dan event showcase membantu visibilitas studio lokal. Namun, ia berharap ke depan ada wadah kolaborasi strategis atau platform B2B yang mampu menjembatani kebutuhan studio game dengan sektor bisnis lain secara lebih terintegrasi.

Event IGX bersama kak Eno Bening
Budaya Kerja dan Mental Bertahan
Di internal tim, Arcadesindo mengedepankan pola kerja agile, komunikasi terbuka, adaptabilitas, dan rasa kebersamaan. Tim didorong untuk bereksperimen, namun tetap bertanggung jawab pada kualitas dan tenggat waktu.
Saat menghadapi fase stagnan atau kegagalan pasar, Daniel menanamkan mindset realistis namun optimistis.
Game yang tidak sesuai ekspektasi pasar bukan berarti tidak ada yang main. Selalu ada pemain yang terhibur, dan kebahagiaan mereka adalah bahan bakar emosional kami.
Dengan total 21 game yang diakui gagal di pasar, Arcadesindo menjadikan setiap kegagalan sebagai portofolio pembelajaran untuk melompat lebih tinggi.

Tim Arcadesindo Games
Menatap Masa Depan dan Warisan
Ke depan, Arcadesindo akan tetap menjalankan dua jalur: kolaborasi sebagai identitas dan kekuatan finansial, serta pengembangan IP original sebagai warisan kreatif jangka panjang.
Jika suatu hari Arcadesindo Games dikenang sebagai legenda industri game Indonesia, Daniel berharap satu hal sederhana yang diingat publik. Sebuah studio indie remote lokal yang mampu bertahan, dengan anggota dari barat hingga timur Indonesia, yang semuanya bermula dari kota Jambi di Pulau Sumatera.
Bagi developer muda Indonesia yang ingin memulai dari nol, pesannya lugas namun penuh makna: mulai saja dengan apa yang ada, jangan menunggu sempurna, dan jadikan konsistensi serta kegagalan sebagai bahan bakar untuk terus melangkah maju.

