Game Dev
Home / Game Dev / Dari Game Jam hingga Game Edukasi: Cerita Galih Gusmawan Prasetyo dan Perjalanan Avantara Studio

Dari Game Jam hingga Game Edukasi: Cerita Galih Gusmawan Prasetyo dan Perjalanan Avantara Studio

Pacu Jalur: Infinite Aura karya Avantara Studio
Pacu Jalur: Infinite Aura

Di tengah arus industri game yang kian kompetitif dan didominasi produksi berskala besar, kehadiran studio indie dengan pendekatan sederhana namun bermakna tetap menemukan ruangnya. Salah satunya adalah Avantara Studio, studio pengembang game yang konsisten menghadirkan pengalaman bermain ringan dengan muatan pesan personal dan sosial. Dalam kesempatan eksklusif bersama Esportsnesia, Galih Gusmawan Prasetyo, Game Designer Avantara Studio, memaparkan identitas, proses kreatif, hingga visi jangka panjang studio yang dibangunnya.

Memamerkan Game Buatan Avantara Studio di Acara Motionime 2025

Memamerkan Game Buatan Avantara Studio di Acara Motionime 2025

Identitas Studio: Ringan, Unik, dan Penuh Rasa

Avantara Studio memposisikan diri sebagai studio yang berangkat dari keterbatasan sumber daya, namun menjadikannya pijakan untuk berkreasi. Galih mendefinisikan identitas studio ini sebagai pengembang game dengan konsep unik yang tetap “enjoy untuk dimainkan oleh setiap pemain.”

Lebih dari sekadar hiburan, setiap proyek yang dikerjakan membawa sudut pandang personal para pengembangnya. 

Di setiap game, kami ingin menyampaikan perasaan, kesukaan, dan sudut pandang game developer kepada para pemain saat memainkan game 

Pendekatan ini menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh karya Avantara studio, terlepas dari genre atau skala produksinya.

Menjaga ‘Nyawa’ Kreator Lokal Lewat Game: Cerita di Balik Visi Arcadesindo Games

Keputusan untuk fokus pada game ringan bukan tanpa alasan. Keterbatasan resource justru mendorong tim untuk memaksimalkan kreativitas dan memusatkan perhatian pada pengalaman inti pemain. 

Kami akan lebih mengutamakan kreativitas dan fokus pada pengalaman bermain para pemain.

Game Pacu Jalur: Infinite Aura

Game Pacu Jalur: Infinite Aura

Dari Game Jam ke Budaya Lokal: Proses Kreatif yang Terarah

Sejumlah judul seperti Operation Camp Lawang dan Pacu Jalur Infinite Aura lahir dari konteks game jam, ajang yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan konsep. Menurut Galih, ide awal kedua game tersebut muncul dari pendekatan yang berbeda.

Untuk Operation Camp Lawang, gagasan berangkat dari inisiatif internal Game Designer yang kemudian disesuaikan dengan tema game jam. Sementara Pacu Jalur Infinite Aura muncul dari sesi brainstorming tim. 

Karena temanya memperbolehkan budaya, kami mengadaptasi pacu jalur yang saat itu memang sedang viral

YSY Softworks: Dari Komunitas ke Kancah Global, Perjalanan Yoseph Menyulam Mimpi Game Indie Indonesia

Mengolah budaya dan aktivitas lokal menjadi gameplay yang relevan menuntut riset yang matang. Tim terlebih dahulu mempelajari konteks budaya, lalu menentukan mekanik permainan yang mampu merepresentasikannya tanpa mengorbankan keseruan.

Operation Camp Lawang

Gameplay Operation Camp Lawang

Tantangan terbesar justru hadir saat menyederhanakan ide besar. Galih menyoroti komunikasi sebagai faktor krusial.

Ada kalanya tim programmer tidak menyanggupi desain awal dan kemudian harus berdiskusi kembali agar tercapai solusi

Edukasi Tanpa Menggurui

Salah satu capaian penting Avantara Studio adalah diraihnya sertifikat untuk The Saviour sebagai produk game edukasi tim penyelamat. Bagi Galih, pencapaian ini menegaskan bahwa game tersebut merupakan produk yang menarik dan memiliki tema edukasi yang jelas.

Game The Saviour

Game The Saviour

Pendekatan edukasi Avantara studio tidak disampaikan melalui dialog panjang atau cutscene naratif. Edukasi justru diintegrasikan langsung ke dalam aksi gameplay.

Pemain akan mendapatkan pesan edukasi ketika melakukan aksi di dalam gamenya, bukan dari dialog atau cutscene.

Dengan demikian, pemain tetap fokus pada objektif dan reward, tanpa merasa digurui.

Galih menilai peran game dalam membentuk kesadaran sosial sangat besar. Musik, visual, hingga narasi mampu menjadi medium pembelajaran yang efektif di luar mekanik permainan itu sendiri.

Gameplay The Saviour

Pada Gameplay The Saviour Kita Belajar Cara CPR yang Benar

Platform, Teknologi, dan Aksesibilitas

Play Store dipilih sebagai kanal distribusi utama dengan pertimbangan biaya dan akses. 

Biaya publish di Play Store lebih murah dibandingkan Steam, dan pengguna smartphone di Indonesia sangat banyak

Untuk menyiasati keterbatasan teknis, Avantara studio memanfaatkan beragam perangkat uji dari low-end hingga high-end. Langkah ini memungkinkan optimisasi performa agar game tetap berjalan baik di berbagai spesifikasi. Dari sisi UI/UX, tim mengambil referensi dari game yang telah terbukti ramah lintas usia, memastikan pengalaman yang inklusif.

Game The Saviour on Play Store

Game The Saviour Release on Play Store

Dinamika Tim dan Budaya Kerja

Pengembangan game di Avantara studio diawali dengan penyusunan Design Document oleh Game Designer, dilanjutkan pengaturan tugas dan tenggat oleh Game Manager. Setelah progres mencapai sekitar 80 persen, seluruh tim melakukan pengujian lintas perangkat sebelum masuk tahap optimisasi dan perbaikan bug.

Nilai utama yang ditekankan dalam kolaborasi adalah komunikasi. Galih menegaskan pentingnya kejelasan arahan agar tidak terjadi miskomunikasi. Untuk menjaga semangat berkarya, tim justru kembali ke akar: bermain game. Aktivitas ini menjadi sumber inspirasi sekaligus motivasi untuk terus berinovasi.

Acara Dies Natalis Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Tim Avantara Studio Pada Acara Dies Natalis Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta

Industri Lokal dan Harapan ke Depan

Melihat posisi game lokal Indonesia di mata global, Galih menyebutnya masih “underrated.” Meski demikian, ia mengakui perkembangan industri lokal sangat pesat dan didorong kuat oleh komunitas. Apresiasi pemain global muncul ketika kualitas game lokal terbukti.

Unsur budaya dinilai penting sebagai diferensiasi, namun harus dipoles agar tidak mengganggu gameplay. Ke depan, Galih berharap adanya dukungan yang lebih efektif dari sisi regulasi, kemudahan publikasi, dan bantuan nyata bagi pengembang lokal.

Operation Camp Lawang

Operation Camp Lawang

Refleksi dan Pesan untuk Generasi Baru

Dalam refleksi perjalanannya, Galih menilai pelajaran terbesar Avantara Studio terletak pada komunikasi dan manajemen yang masih perlu dibenahi. Meski begitu, mimpi jangka panjang tetap jelas: menghadirkan karya yang berdampak dan berkualitas bagi pemain lokal maupun global.

Menutup perbincangan, Galih menyampaikan pesan sederhana bagi calon game developer muda:

Jangan terlalu ambisius, mulai dari yang sederhana dulu, ikut game jam sebanyak-banyaknya untuk pengalaman, dan pantang menyerah.

Pesan yang sejalan dengan perjalanan Avantara Studio. bertumbuh perlahan, namun konsisten pada makna.

Tim Avantara Studio

Tim Avantara Studio pada Acara Gamdo di Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif

× Advertisement
× Advertisement