Review
Home / Review / Review Moonlighter 2: Game Dungeon Crawler Shopkeeper dengan Atmosfer Lebih Gelap

Review Moonlighter 2: Game Dungeon Crawler Shopkeeper dengan Atmosfer Lebih Gelap

Review Moonlighter 2-The Endless Vault
Moonlighter 2-The Endless Vault

Moonlighter 2: The Endless Vault kembali  membawa pemain ke dunia shopkeeping dan dungeon crawling, namun kali ini dengan pendekatan yang lebih modern dan atmosfer yang lebih gelap. Meski masih berada dalam tahap early access (build ID 20833076) saat artikel ini ditulis, game ini sudah menunjukkan potensi besar, serta sejumlah masalah teknis yang perlu diperhatikan.

Review dilakukan menggunakan PC dengan spesifikasi berikut: Intel Core i5‑10400F, RAM 16 GB, dan AMD Radeon RX 7600, yang berjalan mulus dan sesuai dengan requirement resmi game. Selanjutnya, mari kita mulai sesi review Moonlighter 2 : The Endless Vault!

Review Moonlighter 2: The Endless Vault

Combat

Pertarungan Dalam Dungeon Yang Terasa Seru

Gameplay & Mechanics

Moonlighter 2 mempertahankan identitasnya sebagai campuran antara pengelolaan toko dan menelusuri dungeon untuk mengumpulkan material.

Game shopkeeping yang dibalut dengan dungeon crawling untuk mengumpulkan artefak yang kemudian dijual masih menjadi fokus utama, dibantu dengan berbagai macam variasi senjata lengkap dengan skill unik masing-masing memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan gaya bermain.

Weaponry List

Persenjataan yang dapat diunlock diawal permainan

Game ini memiliki kontrol yang terasa responsif dan nyaman, dengan input yang akurat saat bertarung maupun mengelola inventori. Elemen puzzle dalam pengumpulan item menambah variasi yang menyenangkan.

Review Dollhouse of Dead: Game Horor Boneka yang Bikin Deg-degan Setiap Detik

Ditambah dengan map dungeon yang bercabang, dan berubah-rubah membuat game ini semakin menarik, dimana masing-masing ruangan memiliki fungsi, reward, dan buff yang berbeda-beda setiap kali kita masuk.

mapping pada dungeon

Contoh Layout dari salah satu run

Pada sisi manajemen toko juga tidak kalah menarik. Kita ditawarkan untuk menjual barang yang kita peroleh dari dungeon dengan harga yang tidak ditentukan pada awal, kita disuruh untuk menebak harga asli dari artifak tersebut dengan melihat reaksi dari para pembeli. Selain itu juga ada diberikan bantuan berupa shop perks untuk membantu kita dalam mengelola toko. Dan yang pastinya kita bisa mendesain toko sesuai preferensi masing-masing.

Toko kita

Desain awal dari toko

Interface & User Experience

Antarmuka game tampil bersih dan mudah dibaca. HUD ringan dan informatif, serta menu inventory mudah digunakan. Sayangnya, sistem kustomisasi kontrol menjadi salah satu titik lemah terbesar. Pengaturan tombol tidak tersimpan setelah game ditutup, dan beberapa kali menu freeze saat mengubah tombol tertentu.

Secara keseluruhan, UI sebenarnya sudah solid, namun ada beberapa bug teknis mengurangi kenyamanan bermain.

Faktor Game-Killers & Stabilitas

Pertarungan dan aktivitas shopkeeping berjalan stabil tanpa kendala berarti. Namun masalah muncul dari sisi setting, terutama tombol kostumisasi yang harus disetting kembali setiap kali kita menutup permainan, dan kostumisasi keybind yang bisa membuat permainan menjadi beku.

Review Nezori, Game RPG Anime 2025 Baru dengan Mekanik Gameplay Dinamis dan Dunia yang Imersif

Meski bukan game‑breaking bug, hal ini sedikit mengganggu pemain karena mereka harus melakukan settingan kembali keybind yang sudah nyaman sebelum melanjutkan sesi bermain berikutnya. Di sisi lain pemain harus memulai ulang kembali permainan jika ingin mengubah difficulty permainan yang sedang berlangsung, yang mana kita juga perlu melakukan setting-an keybind ulang juga.

Di sisi lain, Sanksi saat kalah di dalam dungeon terdapat penurunan kualitas loot akan tetapi pengurangan masih berada pada batas yang adil. Untuk menghindari ini, developer menyediakan tombol untuk langsung kembali ke desa, sebuah fitur yang biasa disediakan oleh game dungeon crawling lain dalam bentuk escape item atau sejenisnya yang jelas akan memakan satu slot inventory kita, untuk memastikan kita bisa membawa keluar artifak tanpa harus kehilangan kualitasnya.

Penalti pada game

Pengurangan yang terjadi karena player terlalu memaksakan diri

Hanya saja, beberapa fitur penting dapat dilewatkan pemain jika tidak memperhatikan misi sampingan, karena semua fitur tambahan tersebut diberikan dalam bentuk misi sampingan, seperti upgrade pistol yang terpisah dari blacksmith utama kota, dan merchant untuk menambah inventory yang bisa kita lewatkan jika kita tidak memperhatikan mini map setiap kembali ke desa.

Audio & Musik

Dari segi audio, Moonlighter 2 tampil mengesankan. Sound effect konsisten dengan aksi di layar, baik serangan senjata maupun efek monster. Musik latar juga mendukung suasana: tenang di desa, tegang di dungeon.

Kekurangan utama ada pada volume NPC yang terlalu kecil sehingga harus menurunkan volume musik untuk bisa mendengarnya dengan jelas.

Pacing & Story Flow

Progress dalam game bergantung besar pada kemampuan pemain, terutama karena combat-nya terasa souls-like. Pemain yang tidak terbiasa bermain game sejenis bisa terhambat cukup lama di satu area.

Untuk mengatasi hal tersebut developer menyediakan fitur untuk mendapatkan buff-buff tambahan dalam mengelola toko, baik dalam bentuk tipping dari pembeli, buff untuk menaikan rarity artefak yang dijual, maupun menaikan harga secara menyeluruh.

Buff Penjualan

Contoh buff yang keluar pada saat penjualan

Cerita bergerak perlahan melalui progres toko, dan meskipun disajikan desa baru yang berlatar berbeda dengan game Moonlighter pertama, terdapat beberapa detail dalam cerita yang menyebutkan mengenai toko pertama pemain pada game pertama, dan ada juga cutscene yang menampilkan toko kita pada game Moonlighter pertama tersebut. Detail-detail tersebut disajikan dalam bentuk cutscene singkat dan alur cerita yang ringan membuat pengalaman tetap menyenangkan.

Difficulty Curve

Kenaikan tantangan terasa alami, dengan musuh yang semakin bervariasi dan agresif. Rasa kemenangan benar-benar terasa ketika berhasil membawa loot pulang tanpa kehilangan kualitas. Meski begitu, fitur pergantian difficulty in game yang mengharuskan kita untuk memulai ulang permainan untuk menerapkannya menjadi catatan penting yang perlu diperbaiki sebelum rilis penuh.

Replayability

Tidak ada indikasi multiple ending atau konten endgame yang signifikan untuk saat ini. Namun game tetap menawarkan ruang bereksperimen melalui build berbeda dan kesempatan melakukan speed-run, membuatnya tetap menarik untuk diulang oleh pemain kompetitif.

Visual Clarity & Art Direction

Moonlighter 2 hadir dengan visual 3D yang bersih dan rapi. Pencahayaan siang dan malam tampil realistis, dengan bayangan yang mengikuti posisi karakter secara halus. Gaya seninya cocok untuk game santai namun tetap memiliki kedalaman atmosfer saat memasuki dungeon.

Tresna Village

Tresna Village pada malam hari

Kesimpulan dari Review Moonlighter 2 : The Endless Vault

Dengan skor total 78/100, Moonlighter 2: The Endless Vault menunjukkan fondasi gameplay yang kuat dan potensi besar sebagai game shop management–RPG yang unik. Perpaduan antara mekanik pertarungan ala souls-like dan pengelolaan toko membuat game ini terasa segar dibanding judul serupa.

Game Moonlighter 2 sudah rilis pada tanggal 19 November 2025 lalu dan dapat diunduh dari platform Steam, namun dengan adanya sejumlah bug pada setting, difficulty, dan kustomisasi kontrol perlu segera diselesaikan agar pengalaman pemain lebih stabil.

Bagi penggemar dungeon crawler dan shopkeeping, game ini sudah sangat layak dicoba, tetapi pemain yang menginginkan pengalaman mulus mungkin ingin harus menunggu sampai game ter-develop sepenuhnya.

GAME SCORE
7.8/10
GAMEKARTA