Review
Home / Review / Review Dollhouse of Dead: Game Horor Boneka yang Bikin Deg-degan Setiap Detik

Review Dollhouse of Dead: Game Horor Boneka yang Bikin Deg-degan Setiap Detik

Review Dollhouse of Dead_ Game Horor Boneka yang Bikin Deg-degan Setiap Detik
Sumber: The Nerdy Type Website

Pernahkah kamu merasa diawasi saat berada di tempat misterius ketika sedang mencari barang berharga, padahal tidak ada siapa pun di sana?

Sensasi tidak nyaman itulah yang berusaha dihadirkan oleh Dollhouse of Dead, sebuah game horor yang mengambil konsep sederhana namun efektif, ketakutan lahir dari hal yang seharusnya tidak hidup yaitu boneka.

Dollhouse of Dead di developerย dan diย publishย oleh studio indie yang bernama Renderise dengan gameย ini di rilis pada tanggal 7 November 2025.

Game ini mungkin tidak memiliki narasi kompleks atau sinematik megah seperti Resident Evil Village, tapi ada sesuatu yang menarik dari kesederhanaannya.

Ketegangan, rasa cemas, dan keheningan yang mencekam menjadi fondasi pengalaman yang benar-benar menekan mental.

Review Code Vein: Game Souls-like Bergaya Anime

Review Dollhouse of Dead

Apakahย game Dollhouse of Dead benar-benar bisa membuat paraย gamer merasakan ketegangan dan ketakutan dari sosok dibalik bayangan game ini? Yuk baca ulasannya diย review Dollhouse of Dead berikut ini

Spesifikasi Dollhouse of Dead

Dollhouse of Dead bisa dimainkan di PC melalui platformย Steamย dengan kebutuhan spesifikasi perangkat PC sebagai berikut ini:

Minimum Requirements:

  • OS:ย Windows 10
  • Processor:ย Intel i5 or AMD equivalent (AMD FX 8500+ Series)
  • Memory:ย 4 GB RAM
  • Graphics:ย 2 GB Video RAM
  • DirectX:ย Version 10
  • Storage:ย 8 GB available space

Recommended Requirements:

  • OS:ย Windows 10
  • Processor:ย Intel i5 or AMD equivalent (AMD FX 8500+ Series)
  • Memory:ย 8 GB RAM
  • Graphics:ย 4 GB Video RAM
  • DirectX:ย Version 12
  • Storage:ย 8 GB available space

First Impression Dollhouse of Dead

First Impression Doll House of Dead

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Tidak ada layar menu utama. Tidak ada intro ketika memulai game. Begitu game dijalankan, pemain langsung dilempar ke dalam tutorial singkat yang memperkenalkan mekanik dasar permainan.

Review Talystro: Ketika Card Battler Tidak Menguji Refleks, Tapi Logika

Langkah ini cukup mengejutkan sekaligus menyegarkan. Tidak banyak game yang memilih langsung menyeret para pemain ke dalam dunia game mereka seperti game Dollhouse of Dead.

Sesi tutorial-nya memang singkat, tapi cukup efektif untuk memperkenalkan kontrol dasar, cara berinteraksi dengan objek, dan mengenal ancaman yang akan datang.

Dalam hitungan menit, penulis sudah bisa memahami bahwa dunia dalam Dollhouse of Dead bukanlah tempat yang bersahabat ketika artikel review Dollhouse of Dead dibuat.

Begitu sesi tutorial berakhir, pemain dibawa ke safe zone sebuah mansion tua yang menjadi markas utama. Menariknya, meski disebut zona aman, suasana area safe zone jauh dari kata nyaman.

Nuansa creepy tetap terasa kuat lewat desain interior klasik yang lapuk, dan kehadiran monster boneka jinak yang berkeliaran tanpa menyerang. Kombinasi antara rasa aman dan cemas ini menjadi salah satu daya tarik utama dari awal permainan.

Review Story of Seasons: Friends of Mineral Town: Nostalgia yang Dipoles, Santai tapi Tetap Adiktif

Secara konsep, game ini memiliki DNA yang mirip dengan Lethal Company, di mana pemain ditugaskan untuk mengumpulkan barang-barang berharga di area berbahaya dan menjualnya demi memenuhi target tertentu.

Bedanya, jika Lethal Company menggunakan tema sains fiksi dengan monster alien sebagai ancaman utama, Dollhouse of Dead memilih pendekatan horor psikologis bertema boneka seperti game Five Nights at Freddyโ€™s.

Awal bermainย gameย ini langsung membuat suasana menjadi tegang. Bukan karena bertemu dengan tantangan yang ada, melainkan pikiran yang selalu memikirkan monster mengerikan yang siap menyerang kapan saja tanpa perlawanan.

Ketika mencoba fiturย sprint, animasi berlari terasa aneh karena antara jarak dengan stamina karakter seakan-akan sangat lemah bahkan terlihat seperti tidak berlari sama sekali.

Ketika menelusuri area, awalnya semua nampak aman saja karena tidak kelihatan monsterย boneka sama sekali. Tetapi setelah berkeliling beberapa saat,ย monsterย mulai bermunculan entah darimana.

Beberapa kali penulis terkena serangan dari sang monster dengan serangan instant kill, meskipun tidak semuaย monster boneka memiliki serangan instant kill.

Selain itu, terdapat beberapa jebakan yang sebenarnya bisa terlihat dengan mudah, namun karena tidak memperhatikan area sekitar dengan baik membuat karakter penulis menjadi sekarat terkena jebakan.

Selama me-review Dollhouse of Dead, penulis beberapa kali harus mengambil waktu istirahat ditengah permainan karena terkena beberapa jumpscareย dariย game ini.

Gameplay Ketika Kalah Bermain Doll House Of Dead

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Di satu sisi,ย game ini mendorong agar terus menyelesaikan objektif yang diberikan sambil melawan rasa tegang dan ketakutan. Tapi di sisi lain, cukup menguras tenaga bagi gamerย yang tidak kuat dengan jumpscare seperti penulis.

Sayangnya karenaย skill issue ketika review Dollhouse of Dead, game ini berakhir dengan tidak baik akibat gagal memenuhi objektif yang diberikan dan lebih sering mati ketimbang bertahan hidup.

Interface Dollhouse of Dead

Interface Doll House of Dead

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Antarmuka ketika review Dollhouse of Dead bisa dikatakan cukup tidak biasa. Jika game lain menempatkan semua fitur penting dalam satu layar menu, game ini justru mengintegrasikan semuanya ke dalam dunia permainan.

Keunikan ini merupakan pengalaman pertama penulis diberikan antarmuka yang di desain sedemikian rupa oleh Renderise. Untuk mengakses pemilihan karakter, atau pemilihan tempat misi, pemain harus menjelajahi area safe zone.

Pendekatan ini memberikan pengalamana yang unik, tapi di sisi lain juga terasa merepotkan karena memaksa pemain untuk menelusuri sekitar area safe zone agar bisa terbiasa dengan tampilanย menuย yang ada.

HUD (Heads-Up Display) di dalam game dibuat minimalis dan simbolik. Meski sederhana, desainnya fungsional dan tetap mudah dimengerti. Informasi penting seperti status pemain, waktu, dan kuota target tersaji dengan jelas tanpa mengganggu tampilan layar.

Gameplay dan Story Dollhouse of Dead

Genre yang digunakan ketika review Dollhouse of Dead adalah horror, action dan co-op online yang bisa dimainkan bersama teman.

Beberapa orang menganggapย game ini merupakan game komedi karena bisa membuat para pemainnya tertawa ketika terjadi skenario tertentu. Tetapi, itu hanya berlaku jika bermain bersama teman, jika bermain sendiri tentu anggapan ini tidak relevan.

1. Mekanik Permainan

Gameplay dan Story Doll House of Dead

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Secara garis besar, Dollhouse of Dead menghadirkan gameplay yang sederhana namun intens dengan menjelajahi area berbahaya, mengumpulkan barang berharga, dan kembali ke safe zone. Kedengarannya mudah, tapi kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan.

Setiap area yang dieksplorasi memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Selain monster yang siap menyerang dari segala arah, pemain juga harus berhati-hati terhadap jebakan yang bisa membuat darah berkurang drastis.

Ada juga tekanan tambahan yaitu berupa batasan waktu dan target kuota yang harus dipenuhi sebelum batas waktu yang ditentukan selesai. Meski demikian, tambahan batasan waktu bisa didapatkan jika pemain masuk ke zona baru meskipun tidak terlalu signifikan.

Untuk membantu pemain bertahan, tersedia berbagai alat yang bisa dibeli, mulai dari peralatan eksplorasi hingga senjata. Namun kalian harus berhati-hati karena setiap alat memiliki daya penggunaan masing-masing.

Pengelolaan uang menjadi elemen penting di dalam game ini karena setiap pembelian bisa menjadi menambah atau mengurangi potensi keuntungan di akhir.

Keputusan kapan dan bagaimana menggunakan alat-alat ini menjadi bagian dari strategi permainan yang membuatnya menantang sekaligus menarik.

Hal menarik lainnya adalah adanya sistem game di mana area bisa berubah pada beberpaa bagian seperti pada susunan jebakan maupun tata letak barang yang membuat setiap skenario terasa hidup meskipun berada diย mapย yang sama.

Sayangnya, saat artikel review Dollhouse of Deadย ini dibuat, fitur multiplayer online tidak belum bisa dimainkan. Penulis tidak menemukan pemain lain, sehingga sebagian besar pengalaman bermain terasa seperti petualangan solo yang mencekam.

Padahal, denganย gameplayย yang mirip seperti game Lethal Company, game ini akan jauh lebih seru jika bisa dimainkan secara kooperatif.

2. Kontrolย 

Review Dollhouse of Deadย menggunakan sistem kontrol utama yaitu kombinasi keyboard dan mouse. Kontrol terasa cukup responsif, dengan input delay yang minim. Penggunaan keyboard terasa natural, sementara penggunaan mouse memberikan presisi lebih saat menyorot atau berinteraksi dengan objek.

Bagi pemain yang terbiasa dengan kontrol first-person dalam game horor, sistem ini akan terasa familiar. Menu pengaturan kontrol pun mudah diakses, memungkinkan pemain menyesuaikan tombol sesuai preferensi pribadi.

3. Story

Berbeda dengan game horor lain yang menonjolkan narasi, Dollhouse of Dead tidak memiliki alur cerita utama. Tidak ada cutscene atau lore mendalam yang menjelaskan dunia yang dihuni boneka-boneka menyeramkan ini.

Meskipun begitu, absennya cerita justru memberi ruang bagi imajinasi pemain. Setiap ruangan, monster boneka, dan lingkungan yang lapuk seolah menyimpan kisahnya sendiri.

Game ini lebih memfokuskan diri pada pengalaman bermain survival yang menegangkan sekaligus menyenangkan, bukan storytelling. Pendekatan ini bisa dikatakan mungkin sudah sesuai dengan visi dan misi dari developer membuat game ini.

Grafik dan Audio Dollhouse of Dead

Grafik dan Audio Doll House of Dead

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Dari sisi visual, Dollhouse of Dead tampil cukup solid untuk ukuran game indie. Model 3D-nya cukup detail, tekstur benda terlihat realistis, dan pencahayaan menjadi elemen paling menonjol.

Sebagian besar waktu bermain dihabiskan dalam kondisi minim cahaya, dengan bantuan senter atau saklar lampu yang harus digunakan secara manual agar bisa menerangi ruangan.

Efek bayangan yang dinamis menambah kesan nyata dan membantu membangun atmosfer horor yang efektif. Saat cahaya mengenai objek, refleksi halus di permukaannya membuatnya terlihat hidup dan justru itulah yang membuatnya semakin menyeramkan.

Tidak ada background music (BGM) selama review Dollhouse of Dead berlangsung, dan keputusan developer ini ternyata menjadi keputusan yang terbaik untuk game ini bisa sekelas dengan game Lethal Company.

Meski tidak ada musik pengiring, Dollhouse of Dead unggul dalam desain efek suara (SFX). Suara langkah kaki, hingga suara monster yang semakin berat ketika semakin dekat terdengar realistis. Keheningan justru memperkuat suasana tegang dalam membangun suasana merinding.

Pemain sering kali mendengar sesuatu sebelum melihatnya dan itu menciptakan rasa takut yang lebih dalam dibanding sekadar jumpscare visual.

Ketiadaan voice acting tidak menjadi masalah besar, karena fokus game ini memang bukan pada interaksi karakter, melainkan atmosfer dan survival.

Kemudahan dan Replayability Dollhouse of Dead

Penilaian review Dollhouse of Deadย dari sisi replayability memiliki tingkat replayability yang cukup tinggi. Setiap percobaan terasa sedikit berbeda, memberi kesempatan bagi pemain untuk terus menyempurnakan strategi mereka.

Namun, tingkat kesulitannya bisa membuat frustrasi, terutama bagi pemain baru yang belum pernah memainkan gameplay seperti game ini.

Tekanan waktu, jebakan mematikan, dan serangan monster yang tidak terduga menuntut para pemain memiliki refleks cepat, pengambil keputusan yang baik, manajemen resource,ย dan ketenangan mental.

Selama bermain kurang lebih 1,5 jam, game ini memang kurang ramah bagi pemula, tapi justru di situlah letak kepuasan bagi pemain yang menyukai tantangan sejati.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan dan kekurangan yang ditemukan ketika review Dollhouse of Dead adalah sebagai berikut ini.

Kelebihan:

  • Atmosfer horor yang efektif tanpa bergantung pada BGM.

  • Visual detail dengan pencahayaan dan bayangan realistis.

  • Elemen eksplorasi dan risiko yang menegangkan.

Kekurangan:

  • Lobby multiplayer yang sepi, sulit menemukan pemain lain.

  • Antarmuka menu yang tidak konvensional dan membingungkan di awal.

  • Kurva kesulitan tinggi, bisa membuat frustrasi bagi pemain baru.

Worth to Buy or Not?

Ketika artikel review Dollhouse of Dead, harga dariย game normal ini adalah Rp. 90.999. Dengan harga yang masih terjangkau,ย gameย ini boleh dicoba para gamer untuk diberikan kesempatan dalam menunjukkan sisi terbaik dariย game ini.

Game ini hanya boleh dimainkan untuk para gamer yang telah menginjak umur dewasa karena di dalam game ini terdapat unsur kekerasan dan kematian yang tidak cocok untuk dilihat oleh anak di bawah umur.

Rangkuman dan Penilaian Akhir

Dollhouse of Dead bukanlah game horor besar dengan anggaran jutaan dolar, tapi developer tahu apa yang ingin disampaikan yaitu rasa takut yang sederhana, mencekam, dan efektif.

Melalui atmosfer suram, pencahayaan minimalis, dan efek suara yang kuat, game ini berhasil menghadirkan pengalaman survival yang menegangkan dari awal hingga akhir.

Meski beberapa elemen seperti multiplayer yang sepi dan antarmuka uniknya masih butuh penyempurnaan, potensi yang dimiliki Dollhouse of Dead sangat besar.

Game ini bisa menjadi pilihan menarik bagi para pencinta horor yang ingin mencoba sensasi ketakutan murni tanpa bumbu berlebihan. Penulis pribadi memberikan nilai review Dollhouse of Dead Skor Akhir 6.3 / 10.

Game Score
Reviewed by Gamekarta Team
6.3/10