SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Game Dev

Mengurai Filosofi di Balik Ledakan Kecil yang Bermakna: Eksklusif Bersama Derrick Anthony, Project Manager Studio Exploding Soes

Exploding Soes Studio
Exploding Soes Studio

Bandung kembali melahirkan sebuah studio game independen dengan pendekatan yang tak biasa. Berdiri sejak 2023, Exploding Soes hadir bukan dengan ambisi semata untuk bersaing di pasar yang padat, melainkan membawa visi tentang pengalaman bermain yang autentik, pengalaman yang menyenangkan di permukaan, namun menyimpan lapisan makna di dalamnya. Dalam kesempatan eksklusif, Gamekarta berbincang langsung dengan Derrick Anthony, Project Manager Exploding Soes, untuk menggali lebih dalam tentang identitas studio, proses kreatif, hingga refleksi perjalanan mereka sejauh ini.

Exploding Soes Tim

Tim Exploding Soes Studio

Identitas Studio: Playful di Permukaan, Kompleks di Dalam

Nama Exploding Soes dan slogan โ€œexplode the fun and sweet feelings to others with our gameโ€ sekilas terdengar ringan dan jenaka. Namun, di baliknya tersimpan filosofi yang menjadi fondasi studio ini. Derrick menjelaskan bahwa identitas tersebut lahir dari analogi sederhana namun sarat makna.

Seperti kue soes yang renyah di luar dan lembut di dalam, studio yang kami dirikan didasarkan pada orang-orang yang punya keinginan kuat untuk membuat sebuah game yang tidak hanya seru, tapi tetap menghadirkan makna yang beragam kompleksitasnya.

Tim Exploding Soes pada Event IGDX 2024

Tim Exploding Soes pada Event IGDX 2024

Berbasis di Bandung, Exploding Soes tumbuh dari pertemuan orang-orang dengan latar belakang dan ide yang kerap bertolak belakang. Justru dari perbedaan inilah karakter studio terbentuk. Budaya musyawarah dan rasa kekeluargaan menjadi perekat utama dalam proses pengambilan keputusan.

Tanpa adanya feeling kekeluargaan dan semangat musyawarah untuk mencapai tujuan yang jelas, kombinasi tim ini mungkin tidak akan tercipta.

Dari Isu Air Bersih ke Dunia Fantasi: Perjalanan Antimeta Studio Mengembangkan โ€œVerdeโ€

Pendekatan kolektif ini membuat setiap game yang dikembangkan selalu melalui pertimbangan banyak sudut pandang, bukan keputusan sepihak.

Point Proven, Game Hasil Karya Exploding Soes

Dalam jangka panjang, Exploding Soes tidak ingin sekadar diingat sebagai studio indie dari Bandung. Target mereka lebih spesifik: pengalaman autentik. Pengalaman unik yang terasa baru, tapi tidak terasa membosankan. Dengan menyeimbangkan idealisme dan realitas produksi, studio ini ingin memastikan setiap karya dieksekusi secara maksimal.

Repeat After Death: Ketika Kematian Menjadi Inti Permainan

Salah satu proyek yang paling merepresentasikan filosofi tersebut adalah Repeat After Death. Game ini menawarkan mekanik yang tidak lazim: kematian bukan sekadar hukuman, melainkan elemen aktif dalam gameplay. Ide ini bermula dari pertanyaan mendasar yang terus menghantui tim pengembang.

Jika musuhnya adalah diri sendiri, apakah kita masih bisa mengalahkan diri sendiri?

Di Balik Layar Doeplay Interactive: Membangun Atmosfer Horor Lewat Jiwa: The Damned Soul

Repeat After Death

Repeat After Death

Dalam Repeat After Death, gerakan pemain di masa lalu kembali hadir sebagai ancaman, menjadikan kegagalan terasa logis dan personal.

Awalnya, game ini dirancang dengan pendekatan Arcade yang sangat murni, pemain hanya memiliki tiga kali kesempatan mati tanpa progresi yang bisa dibawa. Namun seiring evaluasi, arah desain bergeser menuju roguelite dengan sistem metaprogress yang lebih jelas. Tujuannya sederhana: menjaga keseimbangan antara frustrasi, tantangan, dan keinginan untuk mencoba lagi.

Gameplay Repeat After Death

Gameplay Repeat After Death

Player diharapkan bisa kembali dengan pengalaman dan semangat lebih untuk terus melanjutkan tantangan. Setiap ide mekanik pun tidak luput dari proses seleksi ketat. Ketika sebuah konsep menimbulkan lebih banyak pertanyaan tanpa manfaat yang jelas, tim akan mendiskusikannya bersama dan menentukan apakah ide tersebut layak dipertahankan atau justru dipangkas.

Emosi, Konsekuensi, dan Refleksi Diri Pemain

Berbeda dengan banyak game roguelite yang berfokus pada peningkatan skill dan progres, Repeat After Death menempatkan konsekuensi sebagai pengalaman emosional utama. Derrick menekankan bahwa pemain tidak memiliki โ€œkambing hitamโ€ selain diri mereka sendiri.

Player tidak bisa menyalahkan gamenya kalau mereka dikalahkan, karena gerakan sebelumnya dan pilihan yang diambil ditentukan oleh diri mereka sendiri.

Menyusun Fondasi, Menjaga Harapan: Visi Jangka Panjang HOOP Studio

Gameplay Repeat After Death

Gameplay Repeat After Death Pergerakan Masa Lalu

Dari frustrasi terhadap diri sendiri, muncul dorongan untuk memperbaiki kesalahan dan menjadi lebih baik, sebuah refleksi yang jarang disentuh secara eksplisit dalam game aksi.

Pendekatan serupa juga terlihat pada Point Proven, proyek lain Exploding Soes yang memadukan matematika dan gameplay. Alih-alih menjadikan belajar sebagai kewajiban, tim memilih jalur gamifikasi yang organik.ย 

Pendidikan yang memanfaatkan teknologi dan kreativitas akan membawa metode dan pola pikir yang bisa diterima orang-orang.

Gameplay Point Proven

Kita Menyelesaikan Persamaan Matematika Dalam Point Proven

Respons pemain sering kali menjadi kejutan tersendiri. Mulai dari demo yang dimainkan lebih dari sepuluh jam, hingga pemain yang melampaui batas desain level atau bahkan ikut mengulik bug beserta solusinya. Bagi tim, apresiasi semacam ini menjadi validasi bahwa interaksi pemain tak selalu bisa diprediksi, dan justru di sanalah letak keindahannya.

Pixel Art: Pilihan Estetika dan Teknis

Secara visual, Exploding Soes konsisten menggunakan pixel art. Pilihan ini bukan semata soal nostalgia. Derrick mengungkapkan bahwa pixel art menjadi medium yang paling tepat untuk menyampaikan makna sekaligus menjawab tantangan teknis.

Keterbatasan jumlah tidak menghalangi kami untuk menyajikan estetika dan keindahan.ย 

Gameplay Repeat After Death

Repeat After Death

Selain itu, mekanik menyimpan dan memunculkan kembali banyak gerakan pemain menuntut optimasi tinggi. Pixel art dinilai sebagai solusi visual yang paling efektif untuk menjaga performa tanpa mengorbankan gaya.

Kolaborasi antara desainer gameplay dan artist pun dilakukan secara intens. Diskusi terbuka menjadi budaya utama, sementara animasi dihitung secara akurat per-frame untuk memastikan ritme permainan tetap mulus dan selaras dengan desain mekanik.

Gameplay Repeat After Death

Repeat After Death

Pengakuan, Tantangan, dan Keyakinan

Pengakuan dari ajang seperti Level Up KL 2025 dan Garena Game Jam 2023 menjadi tonggak penting bagi Exploding Soes. Namun bagi Derrick, pencapaian ini tidak mengubah keyakinan dasar mereka terhadap karya yang dibuat.

Dari sebuah ide random hingga menjadi game yang utuh, kami tidak pernah merasa bahwa game ini adalah game gagal.ย 

Kritik dan masukan justru dipandang sebagai bahan bakar untuk berkembang, bukan tekanan yang membebani.

Exploding Soes Studio Di Event Garena Game Jam 2023

Exploding Soes Studio Di Event Garena Game Jam 2023

Sebagai studio muda dengan sembilan anggota tim, tantangan terbesar di awal adalah menyatukan perbedaan pandangan. Diskusi panjang kerap tak terhindarkan, namun seiring waktu, proses tersebut melahirkan saling pengertian dan apresiasi. Sistem kerja fleksibel, milestone yang jelas, budaya apresiasi, serta sesi one-on-one meeting rutin menjadi cara tim menjaga semangat di tengah progres yang kadang melambat.

Level Berikutnya dan Pelajaran untuk Indie Developer

Jika perjalanan Exploding Soes dianalogikan sebagai sebuah game, Derrick menyebut mereka masih berada di level tutorial, tahap yang sering dianggap sederhana, namun krusial. Banyak iterasi dan evaluasi dilakukan agar fondasi yang dibangun cukup kuat untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Ke depan, tim tertarik mengeksplorasi aspek terdalam manusia melalui mekanik baru yang tak kalah berani dari Repeat After Death. Detailnya masih dirahasiakan, namun arah eksplorasi sudah jelas.

Repeat After Death

Repeat After Death Persona Card

Untuk developer indie lain yang baru memulai, Derrick merangkum pelajaran terpenting dalam satu kata: Berani.ย 

Berani untuk memulai, berpendapat, berdiskusi, mencoba, salah, gagal, dan menerima hasil apa pun.

Menurutnya, keberanian adalah langkah pertama untuk keluar dari titik nol dan menentukan arah selanjutnya.

Di tengah industri game yang semakin kompetitif, Exploding Soes memilih jalur reflektif, menghadirkan ledakan kecil yang manis, namun meninggalkan jejak makna yang bertahan lama.

Tim Exploding Soes Studio

Tim Exploding Soes Studio