Review
Home / Review / Review Sunset Sprout: Game Santai Ringan untuk Melepas Penat Tanpa Tekanan

Review Sunset Sprout: Game Santai Ringan untuk Melepas Penat Tanpa Tekanan

Review Sunset Sprout: Game Santai Ringan untuk Melepas Penat Tanpa Tekanan
Sumber: Steam

Bagi gamer yang tumbuh bersama game seperti Harvest Moon atau Stardew Valley, keinginan untuk hidup di dunia pertanian virtual yang damai tentu bukan hal asing. Imajinasi tentang kehidupan sederhana, jauh dari tekanan target dan kompetisi, menjadi daya tarik utama genre ini. Sunset Sprout mencoba memberikan esensi tersebut dan menyajikannya dalam game yang lebih personal dan menenangkan.

Menikmati game simulasi pertanian yang tenang memang selalu menjadi pilihan menarik bagi gamer yang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk aktivitas harian. Sensasi menanam, memanen, hingga membangun kehidupan virtual dengan ritme santai kerap menghadirkan rasa nyaman yang sulit tergantikan, terutama saat dimainkan di waktu senggang atau akhir pekan.

Sunset Sprout merupakan game simulasi pertanian rilisan terbaru dari Fontty Games dengan dukungan publisher TheGamesFortress. Game ini resmi meluncur pada 28 November 2025 dan tersedia untuk platform PC melalui Steam. Mengusung konsep simulation farming, Sunset Sprout menawarkan ruang bermain yang berfokus pada relaksasi, eksplorasi ringan.

Di tengah pasar game simulasi yang sudah dipenuhi nama-nama besar, Sunset Sprout berusaha tampil berbeda. Alih-alih menempatkan pemain sebagai karakter fiktif dengan latar cerita kompleks, game ini justru memosisikan pemain seolah menjadi diri sendiri yang memulai hidup baru di sebuah pulau terpencil. Pendekatan ini terasa cukup segar, terutama bagi gamer yang menginginkan pengalaman bermain yang lebih personal dan bebas tekanan.

Review Sunset Sprout

Apakah game Sunset Sprout mampu memberikan pengalaman gaming yang santai dan tenang melalui aktivitas sederhana yang ditawarkan? Yuk baca ulasannya di review Sunset Sprout berikut ini

Review Story of Seasons: Friends of Mineral Town: Nostalgia yang Dipoles, Santai tapi Tetap Adiktif

Spesifikasi Game Sunset Sprout

Untuk menjalankan Sunset Sprout di PC, spesifikasi yang dibutuhkan tergolong ramah dan tidak menuntut perangkat kelas atas. Berikut spesifikasi yang diperlukan untuk memainkan Sunset Sprout:

Minimum Requirements:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Windows 10
  • PROCESSOR: Dual-core processor.
  • MEMORY: 4 GB RAM
  • GRAPHICS: OpenGL 3.3 compatible graphics card.
  • STORAGE: 1 GB available space
  • ADDITIONAL NOTES: .NET 6 runtime required

Recommended Requirements:

  • Requires a 64-bit processor and operating system
  • OS: Windows 10
  • PROCESSOR: Quad-core processor.
  • MEMORY: 8 GB RAM
  • GRAPHICS: A dedicated GPU like NVIDIA GeForce GTX 1050 or AMD Radeon RX 560
  • STORAGE: 1 GB available space
  • ADDITIONAL NOTES: .NET 6 runtime required

First Impression Sunset Sprout

First Impression Sunset Sprout (1)

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Kesan pertama saat memulai review Sunset Sprout terasa cukup unik, meski tidak sepenuhnya mulus. Ketika pertama kali membuka menu utama, suasana awal justru terasa agak kaku karena tidak adanya suara musik atau suara latar yang mengiringi. Hal ini membuat pengalaman awal terasa sedikit kosong, meskipun secara visual tampilannya cukup bersih.

Setelah melakukan beberapa penyesuaian pengaturan, performa game terasa lebih stabil. Namun, masih ada gangguan kecil berupa layar yang sesekali menjadi gelap selama beberapa detik, terutama saat mengatur grafik. Masalah ini bahkan sempat menghentikan fitur screen record secara tiba-tiba yang cukup mengganggu bagi pemain yang ingin merekam gameplay.

Review Hogwarts Legacy: Eksplorasi Dunia Sihir Epic dari Perspektif Murid Hogwarts

Begitu permainan dimulai, penulis disambut cuplikan singkat tentang sosok misterius yang memutuskan resign dari pekerjaannya demi mencari kehidupan yang lebih damai. Adegan ini terasa cukup relatable, terutama mungkin bagi pemain dewasa yang mungkin pernah membayangkan hal serupa.

Sayangnya, setelah cuplikan awal tersebut, game tidak memberikan tutorial yang jelas. Tidak adanya panduan membuat penulis harus belajar sendiri melalui eksplorasi. Sekitar lima menit pertama dihabiskan hanya untuk memahami fungsi dasar ikon dan simbol yang digunakan, di mana sebagian di antaranya terasa cukup asing.

Meski demikian, pendekatan ini juga memberi kebebasan bagi pemain untuk menemukan ritme bermainnya sendiri tanpa diarahkan secara kaku dan bisa menjadi pilihan bagi para gamer untuk bermain dengan lebih bebas.

Sebagai game simulasi, Sunset Sprout memberikan modal awal yang cukup untuk memulai aktivitas. Namun, beberapa fitur penting masih terkunci dan baru bisa dibuka setelah mengumpulkan sumber daya serta uang dalam jumlah tertentu.

Di awal permainan, aktivitas terasa sederhana, yakni bertani dan menjual hasil panen kepada NPC yang datang berkunjung ke pulau. Seiring waktu berjalan, tantangan perlahan meningkat. Beberapa NPC mulai meminta barang hasil olahan, seperti tepung, yang memaksa membuka fasilitas produksi baru.

Review Cloudheim (PC): Game Action RPG Ambisius Dengan Gaya Sandbox

Bangunan Sunset sprout

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Dari titik ini, penulis mulai dituntut untuk lebih cermat dalam mengelola sumber daya dan menentukan prioritas agar progress permainan tetap berjalan. Dari yang semula hanya menjual barang saja sekarang harus mulai mengumpulkan sumber daya alam yang rasanya semakin sulit di dapatkan karena keterbatasan air yang ada.

Permintaan NPC yang semakin kompleks secara tidak langsung mendorong untuk memperluas lahan, membangun fasilitas tambahan, dan membuka area baru. Proses grinding yang dilakukan memang membutuhkan kesabaran, tetapi berhasil memberikan rasa puas tersendiri ketika pesanan sulit akhirnya berhasil diselesaikan.

Sayangnya, selama sesi review Sunset Sprout terdapat pengalaman yang kurang menyenangkan terkait audio. Suara dalam game tiba-tiba menghilang meskipun permainan tetap berjalan normal.

Hal ini cukup merusak atmosfer santai yang dibangun di awal, mengingat audio merupakan elemen penting dalam game simulasi. Harapannya, gangguan teknis semacam ini dapat segera diperbaiki oleh developer.

Interface Sunset Sprout

Interface Sunset Sprout

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Dari sisi antarmuka, Sunset Sprout menampilkan interface yang sederhana dan tertata rapi. Menu-menu utama mudah diakses dan tidak membingungkan. Latar belakang berupa pulau-pulau kecil kosong memberikan kesan memulai sesuatu dari nol, sebuah pendekatan visual yang cukup efektif.

Game ini menggunakan sudut pandang 3/4 view yang memungkinkan kamera digeser ke berbagai arah serta melakukan zoom in dan zoom out. Fitur ini membantu dalam mengamati detail objek dengan lebih leluasa. Tampilan HUD juga tergolong bersih dan tidak terlalu memakan ruang layar.

Namun, beberapa informasi penting disembunyikan di balik ikon berukuran kecil. Contohnya, ikon seed yang terlalu mungil membuat pemain harus mengarahkan kursor untuk mengetahui detail seed tersebut. Selain itu, selama review Sunset Sprout, HUD untuk screen record tidak bisa dipindahkan menutupi elemen antarmuka lain, sehingga sedikit mengganggu kenyamanan bermain.

Secara keseluruhan, meski masih memiliki beberapa kekurangan, desain antarmuka Sunset Sprout sudah cukup mendukung pengalaman bermain yang nyaman dan mudah dipahami.

Gameplay, Kontrol, dan Story Sunset Sprout

Gameplay, Kontrol, dan Story Sunset Sprout

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Dari sisi gameplay, Sunset Sprout mengusung mekanik simulasi pertanian yang ringan. Aktivitas utama meliputi bertani, beternak, menambang, menjual sumber daya, menjalankan misi harian dan mingguan, melakukan ekspansi area, serta mengikuti event tertentu. Tidak ada target waktu atau tekanan finansial seperti yang sering ditemui di game sejenis.

Selama me-review Sunset Sprout, mekanik permainan terasa santai dan ramah, tetapi walau sudah diimbangi dengan beragam aktivitas yang cukup banyak, pola gameplay yang terasa repetitif berpotensi menimbulkan rasa bosan jika dimainkan dalam durasi panjang tanpa jeda.

Sistem reward dalam game ini cukup adil. Barang yang membutuhkan waktu dan usaha lebih besar akan dihargai lebih tinggi. Meski terkadang ada NPC yang menawarkan harga rendah dibandingkan dengan , hal tersebut tidak terlalu mengganggu karena biasanya sudah sibuk memenuhi pesanan lain.

Fitur merchant menjadi penyelamat ketika kehabisan sumber daya tertentu. Walaupun tidak semua item tersedia, fitur ini membantu menjaga ritme permainan agar tidak terhambat terlalu lama. Pacing permainan sendiri sangat bergantung pada seberapa rajin pemain memenuhi permintaan NPC.

Kontrol dalam Sunset Sprout didominasi penggunaan mouse. Respons input terasa akurat untuk aktivitas dasar seperti memilih lahan, menanam seed, atau mengelola inventory. Sayangnya, tidak tersedia pengaturan sensitivitas walaupun terdapat opsi skin cursor yang cukup menyatu dengan visual game.

Ada sedikit kekurangan ketika review Sunset Sprout di bagian control, beberapa aksi membutuhkan klik yang presisi, dan kesalahan kecil bisa membuka menu lain secara tidak sengaja. Game ini juga mendukung penggunaan gamepad, namun minimnya tutorial serta tidak adanya fitur kustomisasi juga membuat pemain harus beradaptasi lagi sendiri.

Dari segi cerita, Sunset Sprout tidak menawarkan alur cerita yang kuat. Cerita disampaikan melalui cuplikan awal dan interaksi singkat dengan NPC, tanpa tujuan besar atau konflik utama. Fokus utama tetap pada rutinitas harian, bukan perkembangan cerita. Meski begitu, interaksi dengan NPC masih cukup menarik jika ingin menikmati detail kecil dunia game.

Grafik dan Audio Sunset Sprout

Grafik dan Audio Sunset Sprout

Sumber: Gameplay Dari Penulis

Untuk aspek grafis dan audio, Sunset Sprout mengandalkan gaya pixel art khas game indie. Uniknya, terdapat opsi untuk mengubah tampilan visual menjadi gaya cartoon, sebuah fitur yang jarang ditemui di game sejenis. Pixel art yang digunakan terasa nyaman di mata, cocok untuk sesi bermain panjang.

Objek seperti bangunan, pohon, dan hewan digambarkan dengan jelas. Efek dari kondisi cuaca dan kondisi siang dan malam juga cukup baik, meski bayangan malam hari masih terlihat kurang berbeda dibandingkan siang.

Dari sisi audio, background music berhasil membangun suasana santai, meskipun tidak ada komposisi yang benar-benar memorable. Mixing audio bawaan juga perlu penyesuaian manual agar BGM dan SFX terdengar seimbang ketika artikel review Sunset Sprout ini ditulis.

Kemudahan dan Replayability Sunset Sprout

Sunset Sprout sangat ramah untuk pemain baru. Selama bermain dan review Sunset Sprout selama 2 jam, pemain hanya butuh kesabaran dan manajemen sumber daya.

Nilai replayability berada di tingkat menengah, dengan daya tarik utama berupa pencapaian achievement dan posisi di leaderboard. Dukungan update dari developer juga membuka peluang konten tambahan di masa depan.

Kelebihan dan Kekurangan

Setelah me-review Sunset Sprout, game ini memiliki sejumlah kelebihan, seperti mampu menghadirkan pengalaman bermain yang rileks, visual yang nyaman untuk sesi panjang, serta banyak aktivitas di awal permainan. Namun, kekurangannya juga cukup terasa, mulai dari gameplay yang monoton, minimnya panduan, kontrol yang kurang fleksibel, hingga bug teknis yang mengganggu.

Dengan harga sekitar Rp83.599 ketika review Sunset Sprout dibuat, game ini layak dicoba bagi pemain yang mencari game simulasi ringan dan menenangkan. Namun, game ini kurang cocok untuk mereka yang menginginkan variasi gameplay tinggi, cerita kuat, atau pacing cepat.

Rangkuman dan Penilaian Akhir

Secara keseluruhan, Sunset Sprout adalah game simulasi santai yang dibuat dengan perhatian dan niat baik dari developer. Meski menyenangkan di awal, kurangnya variasi dan beberapa masalah teknis membuat pengalaman bermain terasa kurang maksimal. Dengan potensi pengembangan ke depan, game ini masih memiliki ruang untuk berkembang. Review Sunset Sprout pantas mendapatkan skor akhir 5,5 dari 10.

Game Score
Reviewed by Gamekarta Team
5.5/10
× Advertisement
× Advertisement