Review
Home / Review / Review Hogwarts Legacy: Eksplorasi Dunia Sihir Epic dari Perspektif Murid Hogwarts

Review Hogwarts Legacy: Eksplorasi Dunia Sihir Epic dari Perspektif Murid Hogwarts

Review Hogwarts Legacy
Review Hogwarts Legacy

Sejak diumumkan, Hogwarts Legacy membawa satu janji besar: memberi kebebasan penuh bagi pemain untuk hidup sebagai murid Hogwarts, bukan sekadar mengikuti cerita Harry Potter yang sudah kita kenal. Dikembangkan oleh Avalanche Software dan diterbitkan Warner Bros. Games, game ini akhirnya rilis pada 11 Februari 2023, dan langsung menjadi salah satu game fantasy RPG paling dibicarakan.

Berbeda dari adaptasi film, Hogwarts Legacy berani mengambil jalur yang berbeda yaitu cerita original di dunia Wizarding World, berlatar jauh sebelum era Harry Potter. Ini memberi ruang eksplorasi naratif sekaligus kebebasan desain dunia tanpa harus terikat canon karakter ikonik.

Wizarding World

Wizarding World Dalam Dunia Harry Potter

Review Hogwarts Legacy ini dilakukan menggunakan PC dengan spesifikasi Intel Core i5-10400F, RAM 16 GB, dan AMD Radeon RX 7600, jauh di atas minimum requirement resmi.

Pertanyaannya sederhana tapi krusial: apakah Hogwarts Legacy benar-benar worth it, atau hanya nostalgia mahal?

Opening Hogwarts Legacy

Review Hogwarts Legacy

Gameplay & Mekanik: Fondasi RPG yang Solid dan Memuaskan

Dari sisi gameplay, Hogwarts Legacy menunjukkan pemahaman yang baik tentang bagaimana pertarungan sihir seharusnya terasa. Kontrol keyboard dan mouse responsif, presisi, dan tidak terasa kaku. Setiap spell memiliki timing dan fungsi yang jelas, sehingga kemenangan lebih ditentukan oleh pemahaman mekanik, bukan sekadar button mashing.

Review Story of Seasons: Friends of Mineral Town: Nostalgia yang Dipoles, Santai tapi Tetap Adiktif

Salah satu kekuatan utama di aspek ini adalah variasi kombinasi sihir. Pemain didorong untuk bereksperimen menggabungkan crowd control, serangan elemen, hingga defensive spell. Ini membuat setiap pertarungan terasa dinamis, terutama saat menghadapi kelompok musuh yang banyak.

Spell List

Sihir-sihir yang bisa kita pakai dalam menjelajahi dunia Hogwarts Legacy

Namun, ada satu keputusan desain yang terasa kurang optimal, reward dari musuh tidak berupa gold, melainkan material. Di satu sisi, ini mendorong eksplorasi dan crafting. Di sisi lain, perkembangan pada ekonomi terasa tersulit, terutama ketika pemain perlu membuka resep crafting baru di awal hingga pertengahan permainan. Ini bukan game-breaking, tetapi jelas mempengaruhi pacing progresi.

Keunggulan lain terletak pada desain dunia. Hogwarts dan area sekitarnya, termasuk lokasi yang jarang disorot di film seperti hogsmeade village dan desa-desa lainnya, memberi sensasi eksplorasi yang autentik. Dunia terasa hidup, bukan sekadar latar.

Preview Hogsmeade Village

Penampakan Hogsmeade Village dari kejauhan pada waktu malam hari

Progresi sihir juga dirancang cukup organik. Setiap spell baru dibuka melalui cerita utama, misi pertemanan, atau side quest. Ini membuat perkembangan karakter terasa bermakna dan strategis, bukan instan.

Misi membuka sihir

Membuka sihir melalui progresi misi

Interface & Antarmuka: Bersih, Informatif, dan Ramah Pemain

Dalam review Hogwarts Legacy ini, antarmuka layak mendapat pujian. HUD minimalis dan informatif, tidak mengganggu layar, tetapi selalu memberi informasi penting saat dibutuhkan.

Review Sunset Sprout: Game Santai Ringan untuk Melepas Penat Tanpa Tekanan

Navigasi menu dan inventori tertata rapi. Yang menarik, menu navigasi mampu memberi informasi lokasi aktivitas tantangan seperti Merlin Trial dan challenge lainnya bahkan sebelum pemain mengunjungi area tersebut. Ini membantu perencanaan eksplorasi tanpa merusak rasa penemuan.

Peta dunia hogwarts

Peta yang memberikan informasi mendetail mengenai lokasi tantangan tambahan

Kustomisasi keybind tersedia penuh, dan game juga mendukung penggunaan Xbox controller. Untuk pemain PC, fleksibilitas ini sangat penting dan dieksekusi dengan baik.

Tutorial di awal permainan cukup komprehensif. Setiap sihir dijelaskan fungsinya, dan tujuan misi selalu jelas, baik melalui quest log maupun penanda visual.

Mission Trackker

Penanda untuk setiap misi juga jelas kita harus pergi kemana

Stabilitas & Faktor Pengganggu: Hampir Bersih, Tapi Tidak Sempurna

Tidak ada game open-world tanpa celah teknis, dan Hogwarts Legacy pun demikian. Meskipun game secara otomatis menyesuaikan pengaturan grafis dengan spesifikasi PC, disarankan menurunkannya sedikit dari rekomendasi.

Dalam pengujian, sempat terjadi auto shutdown saat menjalankan salah satu misi sampingan karena settingan rekomendasi terlalu tinggi, Untungnya, bug ini tidak bersifat konsisten atau progress-blocking.

Review Cloudheim (PC): Game Action RPG Ambisius Dengan Gaya Sandbox

Dari sisi fairness, game ini cukup adil. Kekalahan umumnya disebabkan oleh kesalahan pemain sendiri, seperti terlambat menggunakan sihir pelindung atau tidak menyadari bahwa beberapa serangan musuh dapat menembus shield.

Indikator serangan

Indikator kalau serangan tersebut tidak dapat ditahan menggunakan shield

Yang patut diapresiasi: tidak ada missable content tanpa peringatan. Pemain bebas mengeksplorasi tanpa rasa takut kehilangan konten penting secara permanen.

Sound Design & Musik: Nostalgia yang Dieksekusi dengan Cerdas

Aspek audio adalah salah satu kekuatan emosional Hogwarts Legacy. Efek suara detail, mulai dari langkah kaki hingga suara benda jatuh, membuat dunia terasa nyata.

Musiknya cerdas dalam membangun suasana. Saat berada di Hogwarts atau desa, nuansa magis terasa hangat. Begitu pertarungan dimulai, BGM berubah menjadi lebih tegang, meningkatkan adrenalin tanpa terasa berlebihan.

Yang paling mengesankan adalah audio responsif saat menggunakan headphone. Arah suara menyesuaikan posisi kamera dan karakter. Bahkan ada efek detak jantung ketika HP hampir habis, detail kecil yang memperkuat imersi.

Ketika Hampir kalah

Ketika HP kita sangat rendah, efek suara akan meredup dan terdengar suara detak jantung

Tak bisa dipungkiri, nuansa musik khas Harry Potter masih terasa kuat, dan di sini hal tersebut menjadi nilai tambah nostalgia, bukan kemalasan kreatif.

Pacing Cerita: Lambat di Awal, Stabil di Tengah

Salah satu kritik utama dalam review Hogwarts Legacy adalah pacing awal permainan. Awal cerita terasa cukup lamban, karena game berusaha membangun dunia, aturan sihir, dan konteks cerita secara detail.

Namun, setelah memasuki pertengahan cerita, alurnya menjadi jauh lebih stabil. Cutscene terasa proporsional, dan pemain mulai membuka lebih banyak sihir yang signifikan.

Jika pemain merasa tersendat, game menyediakan banyak bantuan. Deskripsi misi jelas, dan spell Revelio menjadi alat penting untuk mengungkap objek tersembunyi dan petunjuk lingkungan sekitar.

Revelio Spell

Revelio membantu kita untuk menyelesaikan tantangan dan mencari peti harta rahasia

Kurva Kesulitan: Ramah Pemula, Tetap Menantang

Sebagai open-world RPG, wajar jika pemain bertemu musuh dengan level jauh lebih tinggi di luar jalur cerita. Untungnya, musuh di cerita utama meningkat secara bertahap, menjaga tantangan tetap adil.

Kemenangan terasa bermakna karena pemain benar-benar belajar dari kesalahan. Tidak ada penalti berat saat kalah, tidak ada kehilangan item atau progres yang menyebalkan.

Pilihan tingkat kesulitan juga fleksibel, mulai dari Story Mode bagi pemain yang ingin fokus menikmati cerita tanpa stres, hingga Hard Mode bagi pemain yang menginginkan tantangan ala game souls-like.

Tingkat Kesulitan

Tingkat kesulitan permainan pada setting

Replayability: Lebih Dalam dari yang Terlihat

Nilai ulang Hogwarts Legacy cukup tinggi. Pemilihan empat House Hogwarts di awal permainan bukan sekadar kosmetik, masing-masing memiliki cerita dan area akses unik, meskipun ending besar tetap sama.

Ada juga beberapa ending yang dipengaruhi pilihan pemain pada akhir cerita. Ditambah lagi, menghubungkan akun Warner Bros membuka konten tambahan seperti misi dan kosmetik tambahan setelah tamat.

Pemilihan Rumah

Pemilihan kelas sebagai awal dari percabangan pada cerita

Bagi pemain PC, komunitas mod di NexusMods membuka potensi eksplorasi mod baru baik dari peningkatan visual hingga quality of life.

Visual & Art Direction: Dunia Sihir yang Hidup dan Konsisten

Secara visual, game ini tampil mengesankan. Bayangan realistis, efek sihir memukau, dan lingkungan detail menciptakan dunia yang nyaman dipandang dalam sesi panjang.

Fitur transisi musim menjadi sentuhan penting, musim dingin dengan salju mengubah suasana total. Ditambah lagi, adanya arachnophobia mode menunjukkan perhatian developer terhadap kenyamanan pemain.

Arachnophobia mode

Arachnophobia mode pada salah satu boss laba-laba

Gaya visual 3D realistic dijaga konsisten dari awal hingga akhir, tanpa lonjakan kualitas yang mengganggu.


Untuk Siapa Game Ini Cocok?

Hogwarts Legacy sangat direkomendasikan untuk:

  • Penggemar Harry Potter yang ingin menjelajahi Hogwarts secara bebas

  • Pemain yang menyukai open-world RPG dengan eksplorasi kuat

  • Gamer yang menikmati sistem pertarungan berbasis kemampuan, bukan statistik mentah

Namun, jika pemain mengharapkan RPG dengan pilihan moral kompleks ala CRPG, game ini mungkin terasa terlalu aman.

Kesimpulan: Worth It, Lebih dari Sekadar Fan Service

Review Hogwarts Legacy ini menunjukkan bahwa game ini bukan sekadar nostalgia, tetapi sebuah open-world RPG yang dirancang dengan fondasi kuat. Meski ada kekurangan kecil di sisi pacing awal dan sistem reward, keseluruhan pengalaman tetap sangat solid.

Dengan skor akhir 92/100, Hogwarts Legacy layak disebut sebagai salah satu adaptasi dunia fiksi paling berhasil dalam beberapa tahun terakhir, terutama bagi mereka yang pernah bermimpi menerima surat dari Hogwarts.

GAME SCORE
9.2/10
GAMEKARTA
× Advertisement
× Advertisement