Pieces of the Past, sebuah proyek ambisius dari Studio Indie 9HP yang berani menyelami kedalaman emosi dan misteri melalui mekanik puzzle yang inovatif. Game ini membawa pemain ke dalam perjalanan introspektif, di mana setiap objek yang disentuh menyimpan memori yang harus disatukan kembali.
Berbeda dari game puzzle naratif lain yang fokus pada gimmick visual, Pieces of the Past menonjol karena suasana realistis yang memberikan kenangan lama. Ia bukan hanya sekadar menguji logika kamu, tetapi juga memaksa kamu untuk berempati dan merasakan beban cerita yang disajikan.
Pertanyaan utamanya: apakah pengalaman ini worth it untuk waktu dan uang kamu? Inilah ulasan setelah menyelesaikan game ini, mengupas tuntas setiap aspek penting dari review Pieces of the Past.
Review Pieces of the Past
Rekomendasi Spesifikasi Perangkat
Berikut rekomendasi spesifikasi perangkat yang disarankan oleh developer:
MINIMUM:
- OS: Windows 10
- PROCESSOR: 2.4 GHZ
- MEMORY: 4 GB RAM
- GRAPHICS: 1024 MB
- DIRECTX: Version 11
- STORAGE: 3 GB
REKOMENDASI:
- OS: Windows 11
- PROCESSOR: 2.4 GHZ
- MEMORY: 4 GB RAM
- GRAPHICS: 1024 MB
- DIRECTX: Version 11
- STORAGE: 3 GB
Aspek Gameplay & Mekanik
Inti dari Pieces of the Past adalah mekanik unik yang memungkinkan pemain berinteraksi dengan benda-benda biasa untuk mengungkap adegan masa lalu. Ini adalah elemen yang sangat kreatif.
Dari segi kendali, Pieces of the Past terasa sangat presisi. Gerakan karakter dan interaksi objek, meskipun sederhana, dieksekusi dengan feedback yang memuaskan. Dalam game puzzle yang sering kali mengandalkan pixel-hunting atau timing yang ketat, bukan karena input lag atau kontrol yang kaku.
Kontrolnya sederhana, didesain untuk kenyamanan, bukan untuk kecepatan.
Tantangan puzzle dibangun secara bertahap, dari sekadar menata kembali objek, hingga memanipulasi alur waktu mini dalam sebuah memori. Desain yang unik terletak pada mekanik saat menyelesaikan misi, menggunakan alat pembersih untuk membersihkan barang dengan kenangan lama, hingga memperbaiki barang yang rusak.
Progressive loop di sini sangat adiktif, Temukan Objek Baru, Ungkap Memori, Dapatkan Kunci Kenangan, lalu Buka Lokasi Baru. Rasa ingin tahu akan nasib karakter utama adalah motor penggerak utama. Setiap kenangan yang berhasil disatukan memberikan kepingan memori untuk mendapatkan kenangan yang hampir terlupakan.
User Interface & User Experience

Interface atau antarmuka adalah elemen krusial, terutama pada game yang menuntut banyak interaksi objek. Pieces of the Past berhasil menyajikan tampilan yang minimalis namun informatif.
HUD (Head-Up Display)-nya hampir tidak terlihat, sebuah keputusan desain cerdas yang memaksimalkan visual clarity dan menjaga fokus pemain pada lingkungan. Tampilan informasi kritis, seperti clue aktif atau indikator Echo Resonance, muncul hanya saat dibutuhkan.
Navigasi menu dan inventory juga bersih dan intuitif. Pengelolaan inventory dirancang seperti jurnal kuno, menambah cita rasa role-playing yang elegan.
Aspek Game Killers

Aspek teknis sebuah game sering kali menjadi penentu apakah pengalaman bermain akan berjalan lancar atau sebaliknya.
Pada awal rilis, banyak game indie bermasalah dengan stabilitas, namun Pieces of the Past menunjukkan tingkat stabilitas yang mengesankan. Selama sesi review, crash atau freezing sangat jarang terjadi.
Performa teknisnya, bahkan di perangkat keras kelas menengah, berjalan mulus dengan frame rate tinggi. Optimasi ini patut diacungi jempol, memungkinkan pemain fokus pada cerita tanpa gangguan teknis yang berarti.
Karena ini adalah game puzzle narrative, kekalahan jarang terjadi, tetapi lebih kepada rasa stuck. Game ini tidak memberikan penalti yang berat. Jika Anda gagal menyusun memori, Anda hanya perlu mencoba lagi.
Ini sangat adil dan mendukung eksperimentasi. Bug yang ditemukan umumnya bersifat kosmetik, seperti kliping objek kecil, dan tidak ada bug kritikal yang merusak save file atau membuat progresi tidak mungkin dilakukan.
Konsistensi genre narrative puzzle dipertahankan dengan baik. Elemen tambahannya, seperti mencari koleksi lore opsional, tersambung secara mulus. Namun, ada konten yang terlewatkan (missable content) jika pemain tidak secara teliti memeriksa setiap sudut. Bagi completionist, ini bisa menjadi sedikit frustrasi, meskipun cerita inti akan tetap utuh.
Sound Design & Musik

Musik dalam Pieces of the Past adalah mahakarya, didominasi oleh melodi piano yang melankolis dan aransemen orkestra yang halus. Musik bukan hanya sekadar latar belakang, menciptakan mood yang mendalam dan segera menarik pemain masuk ke dalam cerita.
Kualitas mixing audio sangat baik, efek suara lembut dari langkah kaki atau sentuhan objek tidak pernah menutupi dialog.
Efek suara dirancang dengan realisme, tetapi dengan sentuhan fantastis saat berinteraksi dengan memori. Audio respons terhadap aksi pemain sangat memuaskan, misalnya bunyi ‘klik’ saat memori tersambung terasa sangat tebal. Musik latarnya sangat memorable dan menjadi ciri khas yang tak terlupakan dari game ini.
Game Pace
Pieces of the Past berhasil mencapai keseimbangan yang hampir sempurna. Alih-alih membebani pemain dengan teks atau cutscene panjang di awal, game ini memperkenalkan puzzle terlebih dahulu, kemudian secara perlahan memperdalam narasi.
Gameplay flow-nya terasa natural; saat pemain mulai merasa lelah dengan puzzle kompleks, game akan menyajikan momen naratif yang intens, memberikan jeda emosional yang dibutuhkan. Progres terasa cepat, bukan karena game-nya pendek, tetapi karena loop penemuan yang terus-menerus.
Salah satu fitur terbaik adalah mekanik hint yang adaptif. Alih-alih memberikan jawaban, sistem game secara halus menyorot area interaktif atau memberikan petunjuk kecil. Ini mempertahankan rasa tantangan sambil mencegah frustrasi total, membuat pemain yang stuck dapat kembali ke alur dengan mudah.
Difficulty Curve

Tingkat kesulitan Pieces of the Past dirancang dengan sangat baik. Puzzle awal memperkenalkan konsep dasar dengan jelas, dan secara bertahap, mekanik-mekanik digabungkan menjadi teka-teki yang jauh lebih kompleks. Kemenangan yang didapat sangat memuaskan.
Ketika puzzle yang sulit akhirnya terpecahkan dan memori karakter bersatu, momen itu diberikan dengan cutscene naratif yang emosional. Penalti yang diterapkan sangat adil, hanya berupa hilangnya waktu.
Tidak ada hukuman permanen. Game ini juga menawarkan opsi custom difficulty minor, seperti menonaktifkan hint visual, yang disukai oleh para puzzle enthusiast sejati.
Replayability
Game ini memberikan 1 misi utama yaitu dengan memecahkan teka-teki di semua ruangan lalu menyatukan setiap kenangan yang ada. Setelah menyelesaikan seluruh misi hampir tidak ada cerita lanjutan yang dapat dimainkan, sehingga game hanya mengulang progress yang sama.
Desain Visual
Desain yang digunakan adalah gaya stylized low-poly dengan palet warna lembut yang dominan. Gaya ini sangat konsisten dari awal hingga akhir, menciptakan dunia yang terasa seperti kenangan yang berharga.
Objek dan lingkungan ditampilkan dengan kejelasan yang sangat baik. Meskipun gayanya stylized, objek interaktif selalu menonjol berkat highlight yang halus.
Visualnya tidak hanya indah, tetapi juga nyaman di mata (cozy). Penggunaan pencahayaan yang sinematik sangat membantu dalam membangun atmosfer emosional di setiap memori. Transisi antar adegan memori dilakukan dengan mulus, menegaskan kualitas grafis yang worth it untuk dimainkan di resolusi tinggi.

Untuk Siapa Game Ini Cocok Dimainkan?
Pieces of the Past sangat cocok untuk:
- Penggemar Game Puzzle Naratif: Jika kamu menyukai game seperti Unpacking atau What Remains of Edith Finch, yang menggabungkan interaksi objek dengan cerita yang mendalam, ini adalah pilihan tepat.
- Pemain yang Mencari Pengalaman Cozy: Mereka yang mencari game tanpa tekanan, tanpa sistem pertarungan, dan dengan musik yang menenangkan untuk dimainkan di akhir pekan.
- Para Completionist: Desain puzzle dan lore yang berlapis akan memuaskan hasrat untuk mencari tahu setiap detail.
Sebaliknya, jika Anda mencari game dengan aksi cepat, tingkat kesulitan yang ekstrem, atau mekanik combat yang dalam, review Pieces of the Past ini menyarankan kamu untuk mencari judul lain.
Apakah Pieces of the Past Worth It?
Setelah menganalisis semua aspek, Pieces of the Past membuktikan dirinya sebagai mutiara yang bersinar di genre puzzle adventure di Steam. Ia berhasil mengambil konsep sederhana, yaitu memulihkan ingatan, dan mengembangkannya menjadi sebuah pengalaman yang kompleks secara emosional dan memuaskan secara logis.
Kombinasi antara gameplay loop yang adiktif, sound design yang menghanyutkan, dan performa teknis yang solid menjadikan game ini sebuah karya seni interaktif. Meskipun replayability murni terikat pada narasi utama, kualitas ceritanya dan mode NG+ yang ditawarkan menjamin kamu akan mendapatkan value yang sepadan.
Reviewed by Gamekarta Team

