Insight
Home / Insight / Mengenal Apa Itu Grading Kartu dan Kenapa Tidak Semua Kartu Layak Dinilai

Mengenal Apa Itu Grading Kartu dan Kenapa Tidak Semua Kartu Layak Dinilai

Grading Kartu
instagram.com/vibes.cards

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kartu koleksi mengalami lonjakan perhatian publik setelah sejumlah kartu graded tercatat terjual dengan nilai fantastis. Kartu Pokรฉmon seperti Pikachu Illustrator PSA 10 pernah mencetak harga miliaran rupiah di pasar internasional, sementara kartu-kartu promo exclusive dan high rarity dengan grading tinggi kini rutin diperdagangkan ratusan juta rupiah.

Fenomena ini menempatkan praktik grading kartu sebagai elemen kunci yang menentukan legitimasi nilai, kepercayaan pasar, dan status sebuah kartu sebagai aset koleksi. Di tengah dinamika tersebut, penulis mendapat kesempatan eksklusif untuk berbincang langsung dengan Ronny Timbully, seorang kolektor asal kota Medan yang telah lama berkecimpung di dunia kartu koleksi dan grading, untuk menggali lebih dalam realitas, risiko, serta masa depan industri ini dari sudut pandang pelaku langsung.

Sebelumnya, mari kita ketahui dulu beberapa istilah dalam dunia perkartuan koleksi ini.

Koleksi Kartu milik Ronny Timbully

Koleksi Kartu milik Ronny Timbully

Apa itu Grading Kartu

Grading kartu adalah sebuah proses penilaian profesional terhadap kondisi dan kualitas sebuah kartu koleksi yang dilakukan oleh lembaga pihak ketiga independen. Proses ini bertujuan untuk memberikan standar objektif atas kondisi kartu, sekaligus menjamin keaslian dan integritasnya.

Setelah melalui pemeriksaan, kartu akan diberi nilai (grade) tertentu dan disegel dalam slab plastik khusus yang dirancang untuk melindungi kartu dari kerusakan fisik maupun faktor lingkungan.

Perkembangan Genre Simulation Games di Era Teknologi Digital

Kartu Celebi V

Kartu Celebi V

Apa itu Kartu Promo Exclusive?

Kartu promo exclusive adalah kartu yang tidak diperoleh melalui booster pack reguler dan hanya tersedia melalui event, kolaborasi, atau distribusi terbatas. Keterbatasan akses inilah yang membuat kartu promo sering kali memiliki nilai koleksi tinggi.

Contoh umum kartu promo exclusive:

  • Kartu event turnamen atau pameran (misalnya Pokรฉmon World Championships)
  • Kartu kolaborasi brand (film, game, atau merchandise tertentu)
  • Kartu hadiah majalah Jepang
  • Kartu promo toko atau pembelian produk tertentu
  • Kartu dengan jumlah cetak terbatas (limited print run)

Karena tidak bisa ditarik ulang dari booster pack, kartu promo exclusive bersifat langka secara distribusi, bukan sekadar peluang. Jika kondisi kartu masih sempurna dan mendapatkan grading tinggi, nilainya bisa melonjak drastis.

Kartu Promo

Kartu Promo

Apa itu Kartu High Rarity?

High rarity merujuk pada kartu dengan tingkat kelangkaan tertinggi dalam satu set. Kartu jenis ini memang bisa diperoleh dari booster pack, tetapi dengan peluang yang sangat kecil.

Jenis high rarity dalam Pokรฉmon TCG antara lain:

Mengenal Game RPG: Apa itu Genre Role-Playing Games?

  • Secret Rare
  • Ultra Rare (Gold Card)
  • Hyper Rareย 
  • Special Art / Alternate Art
  • Full Art Trainer
  • Kartu bernomor di luar jumlah set (misalnya 215/214)

Kartu high rarity biasanya memiliki:

  • Artwork khusus
  • Efek visual premium (foil, texture, gold)
  • Pull rate yang sangat rendah

Kelangkaan berbasis probabilitas inilah yang membuat kartu high rarity menjadi target utama grading, terutama jika kondisinya mendekati sempurna.

Kartu High Rarity

Kartu High Rarity


Kenapa Dua Jenis Ini Paling Sering Di-Grading?

Baik kartu promo exclusive maupun high rarity memiliki dua elemen utama yang dicari kolektor dan investor:

  1. Kelangkaan (baik karena distribusi terbatas maupun peluang tarik rendah)
  2. Potensi nilai jangka panjang

Saat kartu-kartu ini mendapatkan grading tinggi dari lembaga terpercaya, nilainya menjadi:

  • Lebih mudah diterima pasar
  • Lebih aman diperdagangkan
  • Lebih stabil sebagai aset koleksi

Inilah alasan mengapa kolektor seperti Ronny Timbully lebih selektif dan memprioritaskan dua jenis kartu tersebut dibanding kartu reguler atau low rarity.

Laporan Terbaru Roblox Ungkap Tren Pencarian dan Style Digital yang Sedang Naik Daun

Kartu 1st Edition

Kartu lama yang sudah tidak di cetak lagi

Berawal dari Live Break Box hingga Dunia Grading

Nah, setelah familiar dengan definisi di atas, kita akan mengupasย perjalanan Ronny Timbully di dunia kartu koleksi, yakni sejak 2018, saat tren live box break atau LBB kartu Pokemon masih memasuki masa awalnya.

LBB sendiri adalah sebuah aktivitas online yang masih trending hingga hari ini, di mana penjual membuka booster box kartu koleksi dengan metode siaran langsung (live streaming), lalu menunjukkan kartu apa saja yang didapatkan oleh pembeli.

Catatan: Booster box adalah sekumpulan pack yang berisi kartu koleksi acak.

Ketertarikannya muncul dari kegemaran menonton siaran langsung orang lain membuka booster box. Dari situ, Ronny mulai ikut serta dan perlahan menekuni hobi tersebut secara serius.

Dulu sepi banget hobi ini. Entry-nya cocok untuk hobi kolektibel mana pun, harga kartu juga belum โ€˜gorenganโ€™

Seiring waktu, jumlah peminat meningkat dan harga beberapa kartu melonjak drastis. Namun, ia memandang kenaikan tersebut sebagai konsekuensi alami dari bertambahnya pasar, bukan tujuan utama sejak awal.

Pengalaman awal Ronny dalam grading kartu tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat menitipkan beberapa raw card (kartu yang belum melalui proses grading) kepada rekan untuk proses grading, namun berujung pada pengalaman pahit ketika kartu-kartu tersebut tidak kembali. Meski demikian, kejadian itu menjadi pelajaran penting yang membentuk kehati-hatian dan kedewasaannya dalam menilai risiko di dunia koleksi.

Booster Box

Booster Box Pokemon Set Bahasa Inggris

Grading Kartu: Standar, Perlindungan, dan Nilai Ekonomi

Menurut Ronny, grading kartu merupakan proses penilaian kondisi kartu oleh pihak ketiga independen untuk menentukan kualitas secara objektif. โ€œGrading itu penting, terutama dalam jual beli kartu raw. Standar kualitas sudah ditentukan pihak ketiga, jadi tidak ada selisih paham,โ€ jelasnya.

Selain sebagai standar transaksi, slab grading juga berfungsi melindungi kartu dan meningkatkan nilai visualnya. Kartu yang telah di-grading dinilai lebih layak untuk dipajang sekaligus mampu mempertahankan nilai ekonomi dalam jangka panjang.

Kartu Umbreon V Max

Kartu Umbreon V Max

Ronny menjelaskan bahwa faktor penentu nilai grading meliputi kondisi fisik kartu seperti dent, whitening, centering, hingga surface. Dent mengacu pada penyok atau tekanan pada kartu, whitening adalah bagian tepi kartu yang memutih akibat gesekan, centering menilai keseimbangan posisi gambar dan border; sementara surface berkaitan dengan kondisi permukaan kartu seperti goresan, noda, atau cacat cetak yang terlihat.

Detail kecil seperti noda jari atau debu yang menempel saat pengiriman juga bisa memengaruhi hasil akhir.

Perusahaan grading tidak mau tahu. Apa yang dikirim, itu yang mereka nilai,

Kartu Luffy dari One Piece

Kartu Luffy dari One Piece

Tidak Semua Kartu Layak Di-Grading

Ronny menegaskan bahwa tidak semua kartu layak untuk dikirim ke grading. Kartu dengan low rarity umumnya tidak sebanding dengan biaya grading yang harus dikeluarkan.

Kalau kartu low rarity, hampir nggak guna buat grading. Biaya grading-nya lebih mahal dari harga kartunya.

Karena itu, ia lebih selektif, hanya mengirim kartu high rarity, kartu promo eksklusif, serta kartu dengan daya tarik karakter tertentu.

Prinsip tersebut dirangkum dalam satu kalimat sederhana yang selalu ia pegang: โ€œKirim kartu yang dinilai worth it.โ€

Kartu Dragon Ball Z Vegeta Full Art

Kartu Dragon Ball Z Vegeta Full Art

Lembaga Grading dan Dinamika Pasar

Dalam aktivitasnya, Ronny kerap menggunakan jasa lembaga grading internasional seperti PSA, Beckett, dan CGC. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Beckett dikenal dengan Black Label sebagai nilai prestisius tertinggi, CGC unggul dari sisi kejernihan dan kekokohan slab, sementara PSA masih menjadi acuan utama pasar global.

Kalau bicara market, masih banyak yang pantau PSA

Reputasi lembaga grading dinilai sangat krusial karena industri ini sepenuhnya bertumpu pada kepercayaan. Isu sensitif, seperti rumor buyback PSA, sempat membuat pemegang slab merasa waswas dan menunjukkan betapa rapuhnya kepercayaan pasar.

Demon Days X-Men

Demon Days X-Men

Antara Koleksi dan Investasi

Menurut Ronny, grading kartu relevan baik untuk kolektor jangka panjang maupun investor. Selain menjaga kondisi kartu dibandingkan hanya menggunakan sleeve (plastik pelindung tipis yang digunakan untuk melapisi kartu koleksi agar terhindar dari goresan, debu, dan kerusakan ringan saat disimpan atau dipindahkan.), grading memberikan standar harga yang sudah memiliki pasar tersendiri.

Namun, ia menekankan bahwa tidak ada patokan pasti kapan grading menjadi menguntungkan secara finansial.

Selagi tiba-tiba ada yang mencari, pasti akan naik harganya, apalagi kalau kartunya dari kolaborasi terbatas

Ia juga melihat tren pasar kartu graded sangat dipengaruhi kondisi ekonomi global. Saat ekonomi stabil, harga tinggi tetap menemukan pembeli. Sebaliknya, ketika ekonomi melemah, banyak kolektor dan investor berusaha exit, sehingga harga cenderung turun secara bertahap.

Promo Gardevoir dan Charizard Jepang

Promo Gardevoir dan Charizard Jepang

Masa Depan Industri Grading: Soal Kepercayaan

Menatap masa depan, Ronny menilai industri grading kartu masih memiliki prospek yang baik, selama isu-isu yang muncul dapat diklarifikasi secara terbuka dan transparan. โ€œYang dijual itu trust,โ€ tegasnya.

Ia juga menjelaskan alasan belum tertarik menggunakan jasa grading lokal. Menurutnya, nilai kartu tidak hanya ditentukan oleh proses fisik grading, tetapi juga oleh transparansi sistem, konsistensi standar, serta pengakuan pasar secara luas.

Kartu Full Art Bulbasaur dari set evolusi mega

Kartu Full Art Bulbasaur dari set evolusi mega

Pesan untuk Kolektor Pemula

Sebagai penutup, Ronny Timbully memberikan pesan bagi para pemula yang ingin mulai masuk ke dunia grading kartu. Ia menyarankan agar kolektor melakukan riset mendalam sebelum menggunakan jasa grading, terutama pihak perantara.

Cek reputasi, tanya harga, dan pastikan ada transparansi update. Biasanya ada sistem tracking, itu penting

Ia menutup dengan satu penegasan penting: โ€œGrading kartu itu soal valuasi, dan tidak semua kartu bisa dapat nilai sempurna seperti yang kita mau.โ€

Dari perjalanan dan pandangannya, dunia grading kartu terlihat bukan sekadar soal mengejar angka 10, melainkan tentang pemahaman nilai, manajemen risiko, dan kepercayaan, fondasi utama dalam industri kartu koleksi modern.

Charizard 1st Edition

Charizard 1st Edition